makna (2)

makna (2)

satu per satu

percaya diriku terdiri dari bambu bambu

berkeliling membentuk pagar menjaga agar ku tak jatuh

dan sukar diserbu

namun cukup seukir senyum maka semua jadi berantakan

dan perlahan ku hilang pegangan

buyar semua rencana, luluh lantak

mesti buka mata agar tak hilang jejak

masalahnya yang menunggu di sana adalah keraguan

tanpa kepastian setelah berbulan-bulan, berbulan-bulan

dan senyum itu hadir begitu saja

akankah ku menyerah dalam tawa?

Advertisements

makna (1)

makna (1)

mengapa kamu begitu menarik?

dan mengapa terlambat muncul?

kusebut muncul karena engkau bagai yang tak terpikirkan

mendadak hadir dan mencuri perhatian

meski tidak dengan terus terang

tak banyak yang terucap di waktu yang terbentang

hanya tawa, bahkan tak berani bertukar pandang

aku takut dibilang lancang

oleh banyak aturan yang akan terlanggar

namun bukan oleh gerakku yang makin tak menentu

dan rasa percaya diriku yang mulai runtuh satu persatu

Suaramu, Biduanita

Suaramu, Biduanita

Tergila-gila aku pada album berjudul Lintasan Waktu dan telah kutuangkan lewat barisan kata-kata kagum

Namun kurasa masih ada yang perlu untuk kutulis lebih, yang istimewa dari yang indah, adalah suaramu, Biduanita

Boleh lah kukatakan bahwa mendengar suaramu bagaikan cinta pada pandangan pertama – sekali lihat langsung sikat – sekali dengar langsung mekar beribu bunga cinta Continue reading “Suaramu, Biduanita”

cicak dalam bagasi

jika kamu tahu bahwa aku amat sangat tidak menyukai cicak, itu berarti kamu sudah mengenalku cukup lama dan cukup dekat. ya, sejak kecil aku amat tidak menyukai keberadaan cicak. apapun warnanya, dari yang off-white, coklat tua, loreng-loreng dan ukuran apa pun, kecil maupun besar, juga usia berapapun, tua atau muda, aku sangat tidak suka sama cicak.

lalu pagi ini gerimis halus kembali turun. ku siapkan segala keperluan menembus hujan saat bermotor ke kantor. ku lipat kemeja batik, chino pants, juga kolor sebagai cadangan jika nantinya celana yg kupakai basah kuyup dan tembus sampai dalam. kubuka bagasi dan kuletakkan semua itu termasuk tas berisi komputer jinjing dan buku-buku, juga sepatu yang akan kupakai nanti. ada satu barang tertinggal, kumasuk rumah dengan keadaan bagasi terbuka. kutemukan barang yang tertinggal, kumasukkan dalam bagasi lalu kututup. berangkatlah aku berkendara motor sambil bersiul-siul.

Continue reading “cicak dalam bagasi”

… dan terus saja …

… dan terus saja …

… dan kita terus berbincang

di dalam tempat yang tak terlihat 

oleh jiwa-jiwa penuh penasaran

    

… dan kita terus bercanda

di dalam tempat yang tak terduga

oleh jiwa-jiwa penuh curiga

   

… dan kita terus saja demikian

di dalam tempat yang tak teraba

oleh jiwa-jiwa yang memang tak ada

   

… dan aku terus saja demikian

di dalam tempat yang tak ada apa-apa

selain nelangsa yang larut melebur masa

Tentang Lintasan Waktu (album kedua Danilla)

Tentang Lintasan Waktu (album kedua Danilla)

Album kedua, istilah kerennya: sophomore, sering dikatakan sebagai ajang taruhan antara sang artis dengan nasib yang akan menentukan kelanjutan karirnya, akankah langgeng atau berhenti sampai di situ sebelum kemudian menghilang perlahan, tanpa pesan, seperti si mantan, yang kaya setan (maap, ada nuansa curcol, mohon abaikan). Danilla akhirnya tiba di fase sophomore, yang kusambut dengan hati penuh debar dan tanda tanya besar. Penasaran menggerogoti rasa sabar. Harapan begitu besar. Sekitar 2,5 tahun kutunggu kehadirannya setelah Telisik di tahun 2014, album yang penuh dengan rasa cinta baik melalui lirik juga notasi dan – tentunya – paras rupawan dalam kemasan wanita kikuk pemalu pembangkit rindu. Memang dalam album Telisik tak melulu tentang cinta yang utuh, ada juga yang tak (bisa) utuh membawa galau, namun segala notasi yang manis dan jazzy, akan kuingat Telisik sebagai album cinta.

Maka ketika kemarin, Senin 18 September 2017, sekitar pukul 5 sore kulihat pengumuman lewat akun instagram-nya, segera kusambangi album bertajuk Lintasan Waktu ini di Apple Music. Sungguh aku deg-degan. Ditambah dengan suasana diri yang baru saja bangun dari tidur siang yang ditemani mimpi tentang makan indomi telur dua porsi, lengkaplah gelisah yang kualami. Tak sabar kunanti unduhan selesai – aku tak suka streaming – sebab sinyal provider kerap tidak stabil berpotensi merusak kekhusyukan mengamati dan menikmati musik. Ketika akhirnya unduhan selesai, segera ku keluar rumah menuju teras untuk kemudian mendengarkan dengan teliti karya terbaru dari Danilla dan tim. Dengan segelas besar kopi di tangan, in-earphone tertancap di kuping kiri-kanan, posisi duduk sudah nyaman, sambil angkat kaki di bangku taman, maka dimulailah perjalanan.  Continue reading “Tentang Lintasan Waktu (album kedua Danilla)”