Cherry Waves (Deftones’ cover version)

 

(silahkan klik link di atas untuk mengetahui kenarsisan saya)

Aha! Akhirnya saya punya keberanian untuk nge-post cover version dari lagu Cherry Waves ini. Asal kalian tau aja ya, Cherry Waves adalah lagu projek pertama saya sebagai The Hexagram, projek pertama saya menggunakan garageband buat iPad. Projek ini udah dimulai sejak (sekitar) bulan Mei 2012, udah lama kan? Tapi saya baru merasa berhasil menyelesaikannya hari ini, 10 Desember 2012.

Cherry Waves, seperti biasa, Deftones selalu menggunakan lirik penuh kiasan dan saya rasa hanya seorang Chino saja yang mengerti dengan pasti apa arti dari lirik indah tersebut. Setahu saya sih Cherry Waves itu berkisar tentang percintaan, yang kalo saya bikin sendiri terjemahan bebas dari judulnya adalah “Getaran Cinta”. Koq bisa? Waves bisa diartikan sebagai ombak atau gelombang sementara Cherry adalah buah berwarna merah yang suka dijadikan simbol keromantisan. Maka syah-syah aja dong terjemahan bebas saya itu, hehehehhe… Tapi memang kebanyakan orang yang mengartikannya pasti berlabuh pada satu kata: Bercinta. Ya, kata mereka lagu ini tentang sepasang kekasih yang sedang bercinta. Ah, saya mah ga ngerti, yang penting musiknya enaaaak banget..

Ini adalah proyek yang sangat membuat saya frustrasi karena keindahan vokal Chino yang terasa mengawang-ngawang, seperti orang yang sedang melayang dan sesekali diimbuhi teriakan yang lantang namun tidak ngotot, gimanaaaa coba bisa begitu???? Belum lagi sound gitarnya si Steph yang berat seperti melengkapi dentuman glandioso bass-nya Chi Cheng dan diimbuhi kegagahan pukulan drum Abe yang sulit untuk ditebak. Namun kali ini saya juga memberikan rasa salut yang sangat besar kepada Frank sebagai sang pemain turntable dan synth, berkat dialah lagu ini berhasil mendapat nuansa mengawang-ngawang. Lengkaplah penderitaan saya, banyak banget hal yang musti dikerjakan saat berusaha menerjemahkan bebunyian aneh itu ke dalam keyboard digital. Yang penting saya bisa dapetin notasi dan nuansanya aja lah…

Maka saya menggunakan 2 tracks untuk gitar Epiphone SG 400 dengan tune di drop C – sayangnya senar yang saya pakai terlalu tipis jadi suara tebal dan beratnya masih sulit untuk bisa dikejar, 1 track untuk suara bass akustik Cort saya (ya, silahkan kalian dengar suara woody-nya) karena waktu itu saya belum beli bass elektrik, hehehehe… lalu 1 track untuk drum, 2 tracks untuk vocal dan 1 track untuk keyboard. Baru kali ini saya kembali ngulik sedalam-dalamnya suara synth demi bisa menuangkan dan menirunya ke dalam dan melalui keyboard digital. Sempat udah mau selesai sejak beberapa bulan yang lalu, tapi pas dengerin lagi dengan seksama ternyata adaaaa aja suara synth yang belum ter-cover, well, itulah gunanya memakai headphone yang beneran, bisa dengar suara/bebunyian dengan lebih detail.

Akhirnya, sore tadi selama perjalanan pulang dari kantor saya memutuskan untuk menyelesaikan projek ini. Tiba di rumah dan langsung mengutak-atik sound gitarnya lagi dan menambah beberapa part di bagian keyboard. Untuk vocal? kali ini saya benar-benar nyeraaaaaah…. seadanya saja deh yaaaa yang penting lagunya selesai, hahahahaha….

So, selamat mendengarkan bagi yang pengen dengar. Mau jelek atau bagus saya ga peduli yang penting rasanya bahagiaaaa banget bisa meng-cover salah satu lagu terindah milik Deftones.

Salam Rokenrol,

The Hexagram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s