Tentang Buku: Men Without Women (Haruki Murakami)

Tentang Buku: Men Without Women (Haruki Murakami)

Dearest Cherry Waves,

Tanganku semakin lelah menggores satu baris hitam di dinding hatiku demi menghitung berapa lama kamu telah pergi dan menduga-duga kapan (mungkin) kamu kembali. Goresan hitam itu berbentuk cerita-cerita aneh yang selalu kucari untuk membuat tenang karena merasa bahwa cerita hidupku sendiri tidaklah lebih aneh darinya. Tak heran – katamu – aku suka dengan tulisan Haruki Murakami yang selalu mempunyai cerita dengan ide tak biasa bahkan sering kali absurd. Sangat suka. Hanya kalimat yang rinci meski tak pernah njelimet yang mampu membuatku merasakan nuansa getir yang disampaikannya. Maka aku begitu penasaran saat membaca info di dalam website resminya bahwa akan ada kompilasi baru berjudul Men Without Women yang dirilis pada bulan Mei 2017 berisikan tujuh cerita pendek. Segera kucari segala informasi bagaimana untuk mendapatkannya – akan kuceritakan nanti setelah kusampaikan padamu apa yang kubaca di dalam buku ini.

Ada tujuh cerita yang membuatku penasaran akan apa dan bagaimana cara Murakami menyampaikan pandangan/pemikirannya tentang keberadaan para pria tanpa wanita, atau para pria tanpa keberadaan wanita. Dari tujuh cerita tidak ada satu pun di antaranya yang biasa saja, well, ada satu yang rasanya begitu dekat dengan kehidupan nyata, senyata kehidupan yang kualami, dan tak bisa kusebut itu sebagai ‘biasa saja” karena sampai jungkir-balik tertungging-tungging menahan sakit saat mengalaminya, hanya saja ada satu cerita yang aku sampai pusing membacanya karena terlalu kiasan – nampaknya. Continue reading “Tentang Buku: Men Without Women (Haruki Murakami)”

Advertisements

Tentang Buku: See You In The Cosmos (Jack Cheng)

Tentang Buku: See You In The Cosmos (Jack Cheng)

Hai Cherry Wave, apa kabar?

Aku sedang duduk di kursi kayu di halaman rumah, bersama dengan segelas besar kopi yang untuk kali ini kutambahkan susu kental manis karena kehabisan kopi dan agak malas untuk pergi beli ke warung. Besok saja lah. Lagian aku kali ini ingin bercerita tentang isi buku yang kamu beri sebagai hadiah tanpa dibungkus kertas kado, hanya dalam plastik putih dengan label toko buku bahkan stiker harganya pun masih terlekat. Sambil tertawa kamu minta pengertianku supaya tidak kecewa karena kamu tahu aku selalu melepaskan stiker harga sebelum memberikan suatu barang dan kali ini kamu tidak melakukan hal yang sama. Alasanmu adalah aku sudah tahu duluan harganya karena kita sama-sama melihat buku ini dan kagum dengan harganya yang (termasuk) murah meskipun dikemas dalam bentuk hardcover.

Kita berdua setuju bahwa buku ini memiliki gambar sampul yang menarik dan kamu tahu banget kan bahwa salah satu alasanku untuk membeli buku adalah jika memiliki gambar sampul yang bagus, ditambah lagi dengan adanya deskripsi singkat isinya pada bagian sampul belakang, sedikit absurd namun justru menambah keinginanku untuk memiliki. Aku bersyukur karena dompetku yang menipis saat itu hingga batal membelinya dan akhirnya malah kamu jadikan kejutan di pinggir jalan saat akan kutaruh buku itu dalam bagasi motor. Kamu memang selalu penuh kejutan. Itulah mengapa aku mencintaimu.

FullSizeRender-5

Sebagai balasannya aku mau sedikit menceritakan isi buku ini – karena kamu bilang lebih asik membiarkanku membaca dan tenggelam dalam alur cerita dan kemudian menceritakannya ulang untukmu. Mengapa demikian akan kutanyakan kepadamu, segera setelah kuketahui keberadaanmu… Continue reading “Tentang Buku: See You In The Cosmos (Jack Cheng)”

Tentang Buku: Strange Weather in Tokyo (Hiromi Kawakami)

Tentang Buku: Strange Weather in Tokyo (Hiromi Kawakami)

Buat kamu yang pernah mengajakku berdebat tentang cinta,

Jika ingin memahami bagaimana cara berpikirku, kusarankan kamu pergi ke toko yang menjual buku import dan carilah novel “Strange Weather in Tokyo” karangan Hiromi Kawakami. Mengapa, tanyamu? Karena aku mau kamu mengerti apa makna “absurd” dan “random” yang sering kau tempelkan pada keningku saat kita bertukar pikiran tentang cinta. Kamu yang selalu mengatakan bahwa cinta itu mesti masuk akal sementara aku merasa bahwa jika masuk akal maka itu bukanlah cinta. Masuk akal bagimu salah satunya adalah harus bisa diprediksi, namun bagiku cinta bisa muncul begitu saja, tanpa bisa ditahan.

Tsukiko Omachi seorang wanita yang bahkan ga bisa dibilang terlalu muda dengan usia 37 tahun, punya hobi minum sake dan beer di bar yang kemudian dihampiri seorang pria yang berusia hampir 70 tahun (berdasarkan fakta bahwa selisih usia mereka dikatakan lebih dari 30 tahun). Pria tua itu ternyata adalah seorang guru yang pernah mengajar Tsukiko saat sekolah dan kebetulan punya hobi yang sama seperti Tsukiko: minum sake dan beer, juga merupakan pengunjung tetap bar lokal. Continue reading “Tentang Buku: Strange Weather in Tokyo (Hiromi Kawakami)”

Tentang Buku: Absolutely on Music – conversations Haruki Murakami with Seiji Ozawa

Tentang Buku: Absolutely on Music – conversations Haruki Murakami with Seiji Ozawa
FullSizeRender-6
photo by HXGRM – that’s me! 

 

Hidupku musik banget!

Musik selalu menjadi “tempat” yang paling nyaman untuk dituju saat hati senang – aku bersiul-siul atau menggumamkan nada-nada lagu indah, juga pelarian yang akan terus membuka dirinya saat hati sedang berduka – aku diam dan menyenandungkan lagu menyayat nadi dalam hati. Kira-kira begitu. Musik amat mempengaruhiku, saat menyampaikan cinta pada perempuan yang kusuka – jaman dulu – maka kupilih dan rekam lagu-lagu romantis penuh rayu dalam kaset dan kuhadiahkan kepadanya, anggap saja sebagai ungkapan isi hati. Kerap menjelang tidur, kudengar lagu untuk menutup hari, tidak selalu irama sendu, beberapa kali malah dengan dead-metal atau hardcore-punk. Musik adalah pembangkit sekaligus pelengkap mood. Bahkan ketika membaca buku pun aku selalu – dan harus – sambil mendengarkan lagu. Bersyukur karena otak ini nampaknya memiliki kemampuan multi-tasking sehingga konsentrasiku dalam membaca buku tidak buyar oleh kencangnya musik yang mengalun di telinga melalui in-earphone. Demikian juga sebaliknya. Aku bisa membaca buku dengan detail sambil mendengarkan musik dengan detail. Aku bisa mengerti isi buku yang kubaca dalam saat yang bersamaan aku bisa menjelaskan dengan detail apa yang ada dan terjadi di dalam musik/lagu yang kudengar.  Continue reading “Tentang Buku: Absolutely on Music – conversations Haruki Murakami with Seiji Ozawa”

Tentang Buku: Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (sebuah dwilogi)

Tentang Buku: Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (sebuah dwilogi)

ah1

Hai, Kamu!

Ternyata sudah cukup lama ya kita tidak bersama. Aku sibuk dengan pekerjaanku dan kamu juga sibuk dengan kegiatanmu. Aku senang kita masih terus saling kirim cerita hingga jarak kita seperti tidak jauh. Terima kasih atas semua cerita yang selalu kamu kirim baik melalui bertubi-tubinya chat-box yang memenuhi layar telepon genggamku, juga foto-foto yang selalu membuatku tersenyum. Sekarang giliranku untuk bercerita, lewat tulisan aja supaya bisa dibaca-ulang, berkali-kali.

Apakah kamu masih ingat tentang rindu kita berdua akan karya terbaru dari Pak Cik Andrea Hirata yang pernah memporak-porandakan usaha keras untuk menjaga image kita di depan banyak orang di toko buku itu? Aku masih mengingat kejadian itu dengan jelas, kan saat itu aku sedang pedekate ke kamu jadi pastinya akan selalu teringat. Sengaja kuajak kamu ke toko buku karena tahu membaca adalah salah satu hobimu. Aku ingin kita membaca buku yang lucu dan tertawa bersama. Senangnya saat kamu setuju dan sudi untuk mengikuti keinginanku.

Sejak saat itu kita menanti-nantikan karya baru dari Pak Cik untuk dinikmati bersama, namun sayangnya sampai saat ini belum ada lagi ya… Untuk mengobati kerinduanku akan karya Pak Cik (juga akan keberadaanmu), kubaca-ulang lagi karyanya yang menurutku bagus banget, yaitu Dwilogi Padang Bulan. Rasanya ini sudah kali keempat kubaca ulang dan sama sekali aku tidak bosan. Kenapa aku mau cerita ke kamu? Karena aku tahu kamu belum punya buku ini dan aku ingin “meracunimu” supaya penasaran dan segera beli bukunya. Hehehehehe…  Continue reading “Tentang Buku: Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (sebuah dwilogi)”

Tentang Buku: Para Bajingan Yang Menyenangkan

puthut02

Ngakak. Terbahak-bahak. Dan kalo ga sadar lagi di tempat umum sih: Guling-gulingan.

Ga ada kata yang lebih “tepat” selain: sialan! Sungguh, buku ini bikin aku ketawa sambil memaki-maki karena berhasil memberikan lawakan yang tepat sasaran buat orang yang nostaljik macam saya ini. Nostaljik? Macam apa pulak itu?

Nostaljik (kayaknya) adalah serapan dari Nostalgic yang (menurutku) berarti bersifat mengingat-ingat kejadian yang telah lalu a.k.a bernostalgia. Kalo aku sendiri nampaknya bukan sekedar mengingat, namun lebih tepatnya: memuja masa lalu karena menyimpan banyak kenangan yang seru tentang teman, sahabat dan – ehm – mantan… Continue reading “Tentang Buku: Para Bajingan Yang Menyenangkan”

Tentang Buku: Tentang Kita

reda2

“life is like a box of chocolates. You never know what you’re gonna get.” – Forrest Gump

Membaca adalah pelarianku untuk menjauh dari monotonnya rutinitas setiap hari. Membaca adalah saat di mana aku bisa menikmati waktu yang memang hanya untuk aku, oleh karenanya lebih nikmat jika saat membaca aku ditemani beberapa gelas kopi dan cemilan penambah berat badan. Jadi kalian tahu kenapa aku susah turun berat badan, kan? Namun tidak berarti kenikmatan membaca dibatasi oleh tersedianya kopi dan cemilan, seringnya aku malah hanya ditemani satpam dan petugas kebersihan yang sibuk mondar-mandir di lobby kantor demi menjalankan tugasnya. Asal sikonnya ga aneh-aneh banget mah, aku bisa membaca hampir di mana saja. Dan kali ini, telah selesai kubaca sebuah buku yang ditulis oleh salah seorang penulis Indonesia, yang sesungguhnya baru kukenal dan baru kutahu ada karya lain yang dibuatnya selain menjadi penyanyi dalam duet AriReda dan Dua Ibu, dialah Mba Reda Gaudiamo, sang penulis buku Na Willa. Ya, berawal dari buku itulah kukenal sosok beliau dan menjadi tahu  bahwa ada karya lain yang ditulisnya bahkan jauh sebelum Na Willa. Berdasarkan rasa suka pada buku Na Willa, maka kuputuskan untuk mencari karya beliau sebelumnya. Saat ingin sekali bertanya langsung pada beliau mengenai keberadaan buku-buku sebelumnya, eeeeeh ternyata tersedia beberapa eksemplar karyanya di toko buku POST yang pada saat itu kukunjungi demi menikmati acara peluncuran buku “Aku, Meps dan Beps” – karya teranyar berkolaborasi dengan sang anak, Soca Sobitha. Ah, beruntungnya aku!  Continue reading “Tentang Buku: Tentang Kita”