Toleransi Dalam Toilet

Toleransi Dalam Toilet

Sebenarnya udah cukup lama ingin menulis lagi tapi koq ya niat itu tak kunjung dibuahi. Sekali waktu sudah nulis sampai beberapa paragraf, yang jika saja langsung kutuliskan di sini, pasti akan membuat tombol scroll menggulung banyak spasi, sebelum kemudian aku kehilangan mood dan menghapus semua yang sudah tertulis. Terjadi berulang kali. Nampaknya memang aku harus berhenti sejenak dari hobi menulis. Padahal aku bukan penulis yang memang secara rutin harus  menghasilkan tulisan-tulisan yang bisa saja mengakibatkannya terjebak pada rasa bosan. Aku ini bukan penulis, kenapa aku harus bosan? Aku hanyalah sisa-sisa bumbu kacang yang masih nempel di ulekan, begitu saja dilupakan saat ketoprak sudah tersaji di piring…

Lalu tiba-tiba saja aku ingin menulis. Bukan tentang apa-apa. Sekedar menulis tentang hati yang tercabik-cabik karena harga diri yang terasa tak ada nilainya lagi. Continue reading “Toleransi Dalam Toilet”

Advertisements

sepersepuluh paragraf

siang ini aku menikmati lagu La Bomba milik Ricky Martin yang sejak pertama kali dipertontonkan lewat vidio klip di tivi swasta belasan tahun yang lalu tak bisa kupungkiri keasikan musiknya meski tak kumengerti apa arti dari tiap kata yang dinyanyikannya namun iramanya membuat diri ini sulit menahan keinginan untuk bergoyang macam orang yang terkejut akibat terkena paparan air yang terciprat dari genangan sehabis hujan reda saat ada motor melintas dengan kecepatan yang sombong dengan suara knalpot yang mengganggu hajat hidup orang banyak.

cicak dalam bagasi

jika kamu tahu bahwa aku amat sangat tidak menyukai cicak, itu berarti kamu sudah mengenalku cukup lama dan cukup dekat. ya, sejak kecil aku amat tidak menyukai keberadaan cicak. apapun warnanya, dari yang off-white, coklat tua, loreng-loreng dan ukuran apa pun, kecil maupun besar, juga usia berapapun, tua atau muda, aku sangat tidak suka sama cicak.

lalu pagi ini gerimis halus kembali turun. ku siapkan segala keperluan menembus hujan saat bermotor ke kantor. ku lipat kemeja batik, chino pants, juga kolor sebagai cadangan jika nantinya celana yg kupakai basah kuyup dan tembus sampai dalam. kubuka bagasi dan kuletakkan semua itu termasuk tas berisi komputer jinjing dan buku-buku, juga sepatu yang akan kupakai nanti. ada satu barang tertinggal, kumasuk rumah dengan keadaan bagasi terbuka. kutemukan barang yang tertinggal, kumasukkan dalam bagasi lalu kututup. berangkatlah aku berkendara motor sambil bersiul-siul.

Continue reading “cicak dalam bagasi”

lagu barumu, biduanita

lagu barumu, biduanita

siang ini dimulai dengan “ah” dan lagu barumu

engkau biduanita yang pernah mengisi sebagian besar dendangku

kala membaca, kala menulis, kala tertawa, kala menangis

dalam senyap air turun dari pancuran membasahi tubuh letih

dalam semarak percik terlontar dari kembang api teman jiwa sepi

suaramu berat menyampaikan risau

suaramu lekat pada desau asmara nan parau Continue reading “lagu barumu, biduanita”