Lalu

pengakuanku pada hitamnya malam

yang diterangi secercah sinar dalam ingatan-ingatan

yang liar berkumpul jadi satu

yang diam-diam berpencar jadi seribu

lidah yang kelu

gerak yang kaku

tak lain hanya satu,

“aku tak tahu malu”

pengakuanku pada terangnya malam

yang pelan menuju kelam dalam hilangnya gores tulisan

di halaman yang penuh catatan

di halaman yang penuh daun berguguran

lidah meregang pilu

gerak canggung menyapu

tak lain hanya satu,

“aku tak tahu malu”

Advertisements

lagu cinta sampai mati

sekali waktu biarkanlah dirimu terdiam mendengarkan lagu yang paling kau suka, nada-nada yang paling kau puja dan irama yang paling kau cinta

lirik? oh jangan pernah kau lupa…. yang selalu kau rindu telah menjelma dalam kata dan rima, meski tak di sisi namun dia hadir di sana

di depan mata rasa, menghadap rahasia

karena meski dia dekat namun tak selalu dapat ditebak langkahnya, hanya lagu yang terekam yang dapat dinikmati berulang kali dan membangkit nuansa yang sama di hati

jatuh cinta lagi

pada masa yang berhenti dalam syahdu, berbalut senyum merayu, senja menghatur salam merindu

dua lagu ini, aku tahu akan mencintainya sampai ku mati

aku di sini

aku di sini, cantik

di balik gincu merah bibirmu nan merekah

di balik warna warni kuku jemari

di sela-sela helai rambutmu nan wangi

 

aku di sini, cantik

di luar jauh puja-puji pengagummu

di dekat gambar yang terpajang selalu

kau berpelukan dengan belahan jiwamu

 

aku di sini, cantik

terhimpit di antara nomor – nomor dalam telepon genggammu

asik berpelukan dengan masa lalu

 

aku di sini, cantik

aku yakin kamu tahu