makna (3)

makna (3)

kian tertambat

kian terikat

pada rindu yang menyerbu saat senyum tersudut di pojok penuh debu

pada basi-basi umpama warna-warni keinginan hati

hingga rela menghabiskan banyak jenak yang tak terulang

menikmati tiap kemungkinan yang menjelang

nan buyar semua rencana tatkala teringat nestapa

mengalun lembut lagu pilu tiap bertegur sapa
untuk apa mencintai yang tidak mungkin?

di seberang sana belum tentu melihat batin

jauh lah hal itu, bicara pun hanya seperlunya

sebatas tawa mengelabui luka
… tak kau lihat kah ku sampaikan warna-warna selain hitam yang biasa kukenakan sejak kau panggil semua riang yang sekian lama tersimpan …

??? ??? ???

tak akan kau pahami senandung rindu di balik ratap hati

karena memang tak akan kubagi rahasia ini

kagum dan sayangku cukuplah untuk hari ini

dan mungkin akan ada lagi di esok hari

jika aku belum mati

lihat saja nanti…

Advertisements

makna (2)

makna (2)

satu per satu

percaya diriku terdiri dari bambu bambu

berkeliling membentuk pagar menjaga agar ku tak jatuh

dan sukar diserbu

namun cukup seukir senyum maka semua jadi berantakan

dan perlahan ku hilang pegangan

buyar semua rencana, luluh lantak

mesti buka mata agar tak hilang jejak

masalahnya yang menunggu di sana adalah keraguan

tanpa kepastian setelah berbulan-bulan, berbulan-bulan

dan senyum itu hadir begitu saja

akankah ku menyerah dalam tawa?

makna (1)

makna (1)

mengapa kamu begitu menarik?

dan mengapa terlambat muncul?

kusebut muncul karena engkau bagai yang tak terpikirkan

mendadak hadir dan mencuri perhatian

meski tidak dengan terus terang

tak banyak yang terucap di waktu yang terbentang

hanya tawa, bahkan tak berani bertukar pandang

aku takut dibilang lancang

oleh banyak aturan yang akan terlanggar

namun bukan oleh gerakku yang makin tak menentu

dan rasa percaya diriku yang mulai runtuh satu persatu

Mengenai Minum Kopi

Mengenai Minum Kopi

Kali ini ijinkan aku menulis sesuatu tanpa tujuan, sekedar nyampah dan mungkin akan terbaca nyinyir. Kali ini aku mau sedikit rese’, atau mungkin biasanya juga rese’ tapi ga sadar aja kalau rese’. Aku mau nulis tentang suatu “gaya” yang sedang “happening” banget di sini: kebiasaan minum kopi. Sebelum melanjutkan tulisan ini, ijinkan aku memohon maaf terlebih dahulu supaya jika ada pembaca yang lama-lama ngerasa kesal ya paling tidak mereka sudah tau sejak awal bahwa aku emang bakal bikin mereka kesal. Maafken yaaaa…

Aku suka minum kopi, meski kopi kerap membuatku teringat suatu kejadian yang pahit: perceraian, dan menjadi maniak kopi demi melawan rasa pahit atas kegagalanku. Semenjak itu kopi menjadi teman setia yang hampir setiap hari menjadi menu wajib yang “haram” hukumnya jika hanya dikonsumsi satu gelas, minimal tiga gelas per hari lah. Dan harus kopi hitam, tanpa gula. Makin pekat makin nikmat. aku suka hampir semua jenis kopi, dengan kata lain tidak ada suatu jenis/merk yang menjadi keharusan, apapun itu asal pahit aku pasti suka. Tolong garis bawahi kata “apapun itu asal pahit aku pasti suka” itu hanya berlaku untuk kopi, karena aku tetap suka sama yang manis-manis, apalagi wanita, itu suatu keharusan. Paras cantik itu relatif dan kerap kali artifisial, karena bisa dicapai dengan cara pake kosmetik yang kalo ketebalan bisa jadi topeng, makanya cantik itu bisa bosan ngeliatnya. Namun wanita berparas manis itu long lasting, tak akan jemu memandangnya, malah akan menimbulkan perasaan kangen, ketagihan dan jika tidak terpenuhi bisa bikin keringet dingin menetes berbarengan dengan iler dan ingus yang meleleh – jika rasa kangen pada wanita itu timbul pada saat kamu sedang flu berat. Namun mari kita kembali pada topik yang ingin kubahas, bukan tentang paras wanita, melainkan tentang ngopi. Maafkan aku yang akhir-akhir ini makin sulit untuk menjaga fokus…. Continue reading “Mengenai Minum Kopi”

Sisa-sisa

sisa-sisa di dalam gelas ini

adalah manis yang tak sempat ditelan

kala sibuk menyangkal hadir senyummu dalam angan

 

sisa-sisa di dalam gelas ini

adalah pahit yang enggan ditelan

kala sibuk menyambut hadir senyummu dalam angan

 

namun dalam beberapa kedipan angan

sisa-sisa di dalam gelas sudah tak terlihat lagi

dan aku mencarinya kesana kemari

tak dapat  kuterima ada yang hilang

meski itu manis yang dilupakan

atau pahit yang disingkirkan

 

sisa-sisa itu mestinya harus selalu ada

jangan dipindahkan