aku di sini

aku di sini, cantik

di balik gincu merah bibirmu nan merekah

di balik warna warni kuku jemari

di sela-sela helai rambutmu nan wangi

 

aku di sini, cantik

di luar jauh puja-puji pengagummu

di dekat gambar yang terpajang selalu

kau berpelukan dengan belahan jiwamu

 

aku di sini, cantik

terhimpit di antara nomor – nomor dalam telepon genggammu

asik berpelukan dengan masa lalu

 

aku di sini, cantik

aku yakin kamu tahu

 

 

ketahuan

jika aku pencinta hujan dan tak takut kebasahan karenanya dan lebih takut jika tidak bisa tiba di rumah sebelum jam 12 malam, maka kenapa aku tidak bergegas jalan hujan-hujanan lalu ambil kendaraan yang ada di parkiran?

ah, ternyata aku tak sebesar tulisan-tulisan yang selalu kupaparkan.

tak heran engkau memilih berpergian.

dunia

di lubang telingaku menancap alat pengeras suara

yang tidak bisa kau dengar bunyinya

kecuali kau turut menancapkannya pada lubang telinga

 

di hadapanku terpampang sebuah buku

dengan deret kalimat rapat dan penuh

yang tak bisa kau baca jika dudukmu jauh

 

di genggamanku terdapat segelas kopi hangat

yang tak akan kau tahu sepahit apa rasanya

kecuali kau memintaku untuk membaginya

 

tak pernah susah jika kau ingin tahu tentangku

cukup ketiga hal itu

duniaku

 

sesederhana itu

seketika

seketika

seketika sejengkal menjadi begitu jauh

nyala-nyala itu tak nampak seperti sebelumnya

siapa yang tahu berapa lama pijar kembang api?

siapa yang dapat menghitung perciknya?

maka peganglah kembang api itu dekat dari baranya

supaya tersengat panas yang tersisa

di beberapa jenak saat bara telah padam

dan menjadi sadar

bahwa nyala harus dipertahankan

  

ya, sejengkal itu masih terlalu jauh

Sisa-sisa

sisa-sisa di dalam gelas ini

adalah manis yang tak sempat ditelan

kala sibuk menyangkal hadir senyummu dalam angan

 

sisa-sisa di dalam gelas ini

adalah pahit yang enggan ditelan

kala sibuk menyambut hadir senyummu dalam angan

 

namun dalam beberapa kedipan angan

sisa-sisa di dalam gelas sudah tak terlihat lagi

dan aku mencarinya kesana kemari

tak dapat  kuterima ada yang hilang

meski itu manis yang dilupakan

atau pahit yang disingkirkan

 

sisa-sisa itu mestinya harus selalu ada

jangan dipindahkan

Cari

kucari rasa itu

dalam sebuah gelas bening ukuran sedang

yang berisi ingatan

tentang tadi siang

tentang sejenak pelukan

tentang sejenak senyuman

tentang ribuan kenangan

 

kucari rasa itu

dalam ruang berukuran sedang

yang disesaki rindu kala siang

dan mendadak lengang kala senja menjelang

sebelum kosong lalu hilang dilumat malam

 

minuman tandas

gelas bening tanpa makna

semua sudah jelas

renjana sebatas cerita lama