bagaimana

bagaimana

bagaimana mau menulis cerita jika setiap kali mencoba untuk memulai rasanya dadaku mendadak penuh oleh pikiran-pikiran yang tak sempat mendekam lama di benak – bermacam isi namun senada – dan bersepakat untuk tetap merapatkan barisan lalu menekan-nekan sampai mataku menghangat yang jika tak kutahan akan memburam lalu mencair dan menetes jatuh bersama daun-daun di halaman yang terhembus angin dingin sebelum hujan? Continue reading “bagaimana”

Advertisements

baju usang

baju usang

“mengapa bajumu terlihat usang?”

ya, memang sudah usang, termakan usia pemakaian sejak pertama kali kutebus dari etalase pusat perbelanjaan tempat keindahan semu dipamerkan – meriah juga hangat ketika lampu benderang, sunyi ketika segalanya dipadamkan, saat tak terlihat lagi senyum mengembang sebulan sekali sebab upah 30 hari yang baru masuk rekening, juga seringai abadi dari mereka yang memang tidak pernah dipusingkan oleh besaran kebutuhan, semua pulang setelah waktu menyatakan lelah sebab sejak jam delapan pagi ia telah membenturkan jarum-jarum diri di setiap hitungan detik sampai larut malam datang yang adalah tanda untuk meredam segala hingar bingar usaha rekam gambar instagram dengan menyampaikan rasa bosan, lalu lelah, kemudian mengantuk. pulang.

“aku tau hal itu, namun pertanyaanku: mengapa bajumu terlihat usang?”

Continue reading “baju usang”

Tanyakan Aku Tentang Sepi

Tanyakan Aku Tentang Sepi

tanyakan aku tentang sepi

.

adalah sepasang kaki terangkat dan diletakkan di atas sadel sepeda gunung yang tersandar sendirian di tegel pembatas antara teras dengan tanah merah yang sedikit basah akibat hujan semalam dan tidak cukup panas sinar matahari untuk mengeringkannya

.

adalah dua mata yang kebingungan antara terbuka atau tertutup akibat angin yang mendesah perlahan seakan puas jika bisa membuat yang merasakannya bimbang antara meneruskan membaca kisah-kisah misterius atau memimpikan cerita-cerita yang tak pernah usai dan kerap membuat pakaian basah oleh keringat dingin dan kesal tak berujung

.

adalah membiarkan detik-detik larut dalam minuman panas yang memang telah disiapkan sebelumnya lewat ketidaksabaran menanti mendidihnya air dijerang dan tergesa-gesanya tangan yang menuang bubuk pekat lalu mengaduk pahitnya kenyataan sampai menjadi cair meski melekat erat di kerongkongan dan mempengaruhi semua yang terucap dan terbuat

.

tanyakan aku tentang sepi:

roda sepeda gunung ini ternyata kempis

kedua mata ini ternyata mengambang saja melihat matahari yang hampir habis

minuman ini sudah dingin dan rasa pahit jika membiasakan untuk menyesapnya ternyata berujung manis

oh, maafkan sandal yang terjepit itu, tak ada kesalahannya selain berusaha menjaga agar tidak terpeleset karena licinnya ragu yang kemarin membuat kaki bengkak dan membiru. tak apalah kalau hanya kaki, jangan hati.

iya kan?

gelas

gelas

gelas pertama tandas oleh lidah yang kehausan

dan kepanasan karena pedas yang menggigiti permukaannya dengan kesal

dan sesal

setelah ucapan keluar membabibuta

dan tak berhenti

sampai pertahanan rontok dan tak berwujud lagi

gelas kedua tandas oleh lidah yang kelu

dan lesu karena direndam dinginnya bantahan yang membeku menjadi es batu

dan membisu

setelah ucapan tak lagi keluar membabibuta

dan sedari tadi telah terhenti

saat pertahanan lebur tak dan terpikirkan lagi

gelas pertama dan kedua

tandas oleh lidah di waktu yang sama

ah, kenyang minuman membuat jiwa sakit – rupanya