buram

buram

lewat imajinasi yang buram

kujawab segala yang kau tanyakan

senyap dan gempita

air mata dan tawa

satu dua dan tiga

pada hitungannya ada bergerak juga diam

tidak kah lelah?

aku pun pernah menanyakannya

pada sisi sebelah sini dan sana

selain yang sedang kudiami

selain yang sedang kunanti

namun jawab selalu tak pasti

sementara rona merah di langit membuahi khayalku

lewat tulisan-tulisan aku mengirim cinta

bunga mekar di atas luka

kembang layu disembunyikan bahagia

dan kala sore habis bersama sisa-sisa matahari

aku mengais khayal pada tumpukan mimpi

kupilih-pilih meski tak akan kuberi

karena percuma adanya

khayal sekedar mimpi buatan

karenanya aku suka berada dalam wadah yang buram

tertutup walau sedikit terlihat

sebatas bentuk terluar dari penampilan

sejauh khayal terliar dari keinginan

dan bukan tanggungjawabku untuk menyatakan

hal terdalam yang kerap kau pertanyakan

Advertisements

benih

benih

benih-benih bintang jatuh

bertumbuh pesat di matamu

bulat nan cerah

menyala penuh pikat

membesar, melesat mengukir jejak

di mataku yang sulit menangkap

gerakmu memancing bimbang merebak

meski selalu engkau mengajak

dalam suatu jarak

adalah cara yang tepat untuk menikmatinya

tak kehilangan kesempatan untuk melihat

awalnya juga akhirnya

pada tiap rindu yang kau selipkan

dan tiap resah yang kau tinggalkan

benih-benih bintang jatuh itu telah menjadi pohon rimbun dalam mata yang hitam

menjelang agustus

menjelang agustus

bendera negaraku

kembali dijajakan oleh mereka yang mencari nafkah dengan keringat

bendera negaraku

kerap dipermalukan oleh mereka yang kelebihan nafkah tanpa berkeringat

bendera negaraku

tak pernah tahu apa-apa selain berkibar seturut angin yang berhembus

semoga para koruptor MATI MEMBUSUK di tahanan yang pake AC, ada kulkas, ada water heater, ada tv dan ada alat-alat rias…

perhitungan

memang, sedekat itu jaraknya. seperti yang telah kita perhitungkan. dalam dua masa yang berbeda, sekarang atau yang akan datang.

dan memang sedekat itu jaraknya, yang telah kita persiapkan. dalam dua hati yang berbeda, tersayang sebelum terhilang.

senyum adalah suaka bagi yang cemas. kerap menyudahi kuatir yang mengundang lemas. namun dia memaparkan kenyataan bahwa sesungguhnya tiada ada daya kita untuk menahan lajunya waktu yang menggulung jarak, seperti yang telah kita perhitungkan dan persiapkan.

kita bersiasat dengan angka, berupaya mengelabui dilema. jemari terus menulis cerita supaya semua yang dilewati ada ingatannya. kata terus diucap supaya semua yang terlewati ada maknanya. menghirup semerbak rindu dan menyimpannya lekat-lekat supaya terikat aromanya.

namun apakah dengan bersiasat kita akan mampu menolak datangnya akhir cerita?

kita tak lain hanya sosok yang berusaha melebur jadi hitungan angka, lalu meminta pada semesta agar menari bersama lidah api yang membakar matahari ketika siang dan hangus menghitam ketika gelap malam datang di belakang bulan, supaya terhindar dari jarak yang meminta pertanggungjawaban atas perhitungan dan persiapan kita.

maka, sebelum jarak itu habis tergulung, mari kita mengaku dan mencinta sedalam-dalamnya, setinggi-tingginya, seluas-luasnya. sejujur-jujurnya supaya kelak dikenang: kita adalah yang pernah berjuang di tiap ruas ukuran, pada akhir jarak yang telah kembali pada titik awal.

kita tak lain hanya sosok yang berusaha menulis pada tiap gulungan jarak dengan perhitungan dan persiapan.

angin berhembus kembali

masa silih berganti

meski tak lebih dari panas dan dingin

dua hal yang pasti

hanya kadang kurang kadang lebih

~

angin berhembus tanpa disuruh

datang tiba-tiba tanpa beritahu

sejenak membawa sejuk

terlena dingin merasuk

~

aku selalu suka dingin

menimbulkan rasa ingin

dipeluk

didekap

.

diselimuti

.

halaman dibolak balik untuk membaca cerita

halaman disapu untuk membuatnya ceria

halaman dibolak balik untuk menulis cerita

halaman disapu untuk kembali menerima cahaya

~

cinta dibolak balik untuk mengulang cerita

cinta disapu untuk mengulang hangatnya

~

angin berhembus

membawa namanya terus

terlena membuatnya membeku

membatu di dalam hatiku

angin berhembus

angin sore berhembus

rayu diberangus

angin sore berhembus

rindu ditebus

~

di sebelah sana ada asa

sebungkah cinta berselubung masa

tak berdaya dalam ruang sela

bersemayam rentan di jiwa nelangsa

~

angin sore berhembus

rayu digerus

angin sore bersembus

rindu berbisik halus

~

di sebelah sini ada rasa

sekotak cinta berikat masa

tak berdaya dalam jenjang kala

bersemayam rentan di jiwa tersiksa

~

pada angin malam di sana sini menaruh harap

hembusannya membawa jawab

meski dengan jengah

selalu mengirim resah

~

pada angin malam kita menaruh harap

sukar bertemu dibalas dekap dalam lelap

meski dengan resah

dan berakhir jengah

~

namun angin sore masih berhembus

dan di sana sini rindu terus tergerus