masihkah sama

wangimu yang putih kelabu

dengan aroma senja muda

bahkan saat air dan busa belum membasuh

bahkan saat garam yang basah luber menembus kain penyembunyi lekukmu

masihkah sama

gemetarmu tatkala hasrat ini mencari jalan keluar dari perangkap yang terletak di antara bukit dan lapangan hijau

dan nyanyian hewan yang terbang di langit dan melata di tanah menandakan waktu yang berkali-kali berganti

masihkah sama

merah merembes di atas sayapku yang tertancap erangmu bersama seratus maaf terucap meski kerap terulang

saat matahari melumat setiap rindu dendam

dan bulan mengobati luka-luka dengan hembus dingin nafasnya yang berwarna putih kelabu

Advertisements

7 thoughts on “putih kelabu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s