lewat imajinasi yang buram

kujawab segala yang kau tanyakan

senyap dan gempita

air mata dan tawa

satu dua dan tiga

pada hitungannya ada bergerak juga diam

tidak kah lelah?

aku pun pernah menanyakannya

pada sisi sebelah sini dan sana

selain yang sedang kudiami

selain yang sedang kunanti

namun jawab selalu tak pasti

sementara rona merah di langit membuahi khayalku

lewat tulisan-tulisan aku mengirim cinta

bunga mekar di atas luka

kembang layu disembunyikan bahagia

dan kala sore habis bersama sisa-sisa matahari

aku mengais khayal pada tumpukan mimpi

kupilih-pilih meski tak akan kuberi

karena percuma adanya

khayal sekedar mimpi buatan

karenanya aku suka berada dalam wadah yang buram

tertutup walau sedikit terlihat

sebatas bentuk terluar dari penampilan

sejauh khayal terliar dari keinginan

dan bukan tanggungjawabku untuk menyatakan

hal terdalam yang kerap kau pertanyakan

Advertisements

4 thoughts on “buram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s