semakin sering kuberdiam saja

saat lagu ini mengalun

lagu kesukaanku

lagu kesukaanmu

lagu kesukaan kita

entah siapa yang lebih dahulu suka

padahal aku sedang duduk membaca

buku dengan cerita yang penuh makna

tak kuasa kuarahkan mata

ke luar sana

melewati jiwa yang berlalu-lalang

dikelabui cinta yang berakhir malang

ah, benar kah malang?

lagu ini sudah empat kali kuputar ulang

padahal baru empat belas baris tertuang

detak jantungmu ketukan yang teratur

nafasmu hangat dekat tengkuk

semarak cinta tertiup menghambur

bahumu ramping

jemari mengalun memetik dawai membaur

tubuhmu merangkum nada dan irama

semesta harmoni menyatu

beragam pesona melebur

selekat itu kumenikmatimu

buku di tangan deret tulisan belaka

penuh makna tapi kurang rasa

itulah mengapa selalu ku ada bersama

mendengar dan membaca

seperti yang kerap kau tanya

saat melihat mataku menerawang jauh ke sana

melewati jiwa yang berlalu-lalang

mendekap cinta yang berakhir malang

ah, benar kah malang?

oh iya

lagu ini sudah sepuluh kali kuputar ulang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s