Di tiap gambar pada sampul depan cerita

Di tiap perkenalan cerita

Di tiap awal dan akhir tiap bab cerita

Di tiap lembar kertas dengan deret cerita

Di tiap penutupan cerita

Di tiap ucapan terima kasih pada helai terakhir cerita

Di tiap puja puji di sampul belakang cerita

 

Palsu adanya

 

Semua sudah direncanakan sedari awal

Jika tak melihat gambar di depan, lalu perkenalan di awal, melewati tiap bab dan halaman

Maka tak perlu membaca penutup cerita

Tak usah iri melihat puja puji di belakangnya

 

Palsu adanya

 

Puja puji meluncur tanpa hambatan jika diberikan kesempatan

Puja puji bukan ketulusan

Puja puji bukan keikhlasan

Karena meski tak suka pada cerita tetap saja puja puji itu ada

Menempel di sampul belakang cerita

Dan dapat cap “Cerita Paling Laku” di halaman depan

 

Palsu adanya

 

Jadilah pesona

Jadilah karisma

Jadilah matahari panas pada titik tertingginya

Jadilah bulan dingin pada titik tergelapnya

Jadilah jiwa yang tak murahan

Meski tak mampu mencegah keberadaannya

Yang selalu hadir di tiap cerita

Kau sebut namanya cinta

 

Gerah. Getah. Darah.

Puja puji cerita adalah masalah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s