mari mengerti

bahwa daun-daun ditakdirkan untuk tumbuh menghijau

namun juga untuk menguning

dan melepaskan diri dari ranting tempatnya menggantungkan nasib

meski telah kausiasati dengan menyiram

dan memberinya pupuk

tetap ia kan melepaskan diri

dan menjatuhkan diri

dan melenyapkan diri

      

lenyapnya daun bisa jadi karena tersapu

oleh helai lidi yang diikat menjadi satu

atau terinjak berpuluh pasang kaki

yang melintas tanpa basa-basi

     

sementara kududuk di bangku taman

melintang di halaman membelakangi pemandangan

melirik pada daun-daun kering yang tergeletak

setelah sebelumnya jatuh menyentuh kepala

tanpa suara

tanpa peringatan

supaya aku menghindar

supaya aku tersadar

     

daun-daun jatuh begitu saja

matamu melepaskan diri dari sejengkal jarak pandang kita

daun-daun jatuh begitu saja

rindumu menanggalkan diri dari lekat peluk kita

    

daun-daun jatuh begitu saja

bangku taman bersaksi tanpa suara

Advertisements

4 thoughts on “bangku taman (daun 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s