Jemari

Aku biarkan jari ini mengukir huruf lalu menjadi kata

yang aku sendiri tak pernah tahu akan berakhir di mana

Untuk pertama kalinya kubiarkan bebas menentukan

apa yang ingin disampaikannya, selain menanti keputusan

yang biasanya dikatakan oleh pikiran

akhirnya membuahkan kebohongan-kebohongan dalam tulisan

sekedar untuk terlihat bijak dan memenuhi kriteria idaman
Kali ini sungguh jemari ku yang menentukan kehendaknya

Mengendalikan pikiran yang telah begitu lama dan berulang

dikontaminasi keinginan-keinginan manipulatif

yang mengatakan aku terlalu posesif dan sensitif

Posesif karena dalam segala hal aku tak rela segala hal berjalan sendiri

Sensitif karena aku merasa tersakiti jika segala sesuatu berjalan sendiri
Aku tak punya kemampuan bermetafora

Analogiku terbatas apa yang terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga

inderaku semata, itu pun telah lama tumpul

Jiwa terbenam dalam kelam membuat hatiku mandul
Maka aku tak percaya pada jiwaku. Aku hanya percaya pada jemariku, yang padanya kuberikan mandat untuk membelaimu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s