Aku Sedang Membaca

Engkau pintar menuturkan cerita

Terbuai aku oleh rangkaian rima

Tersenyum aku oleh sahut-menyahut kata

silih berganti menyampaikan tawa dan derita

 

Engkau cermat merangkai alur cerita

Membawaku menjadi karakter pertama

Menuntunku menjadi karater kedua

Lalu terhempas karena ternyata aku bukan yang pertama atau kedua

 

Engkau penuh semangat menerjemahkan isi pikiran

Kubayangkan gerak jemarimu bagai jurus selaksa tendangan

Lincah menghempas tiap tombol huruf tanpa jeda dalam ribuan jam

dan lihatlah, akibat hantamannya, hatiku terhujam

 

Tersenyum aku kala kau berkisah tentang dia yang dulu kau puja

juga tentang dia yang kini kau cinta

Dua dia yang berbeda

jadi satu dalam buku cerita yang terbuka

 

Aku jatuh cinta pada semerbak wangi kertasmu yang menyeruak

dan gemerisik lembar saat ku berganti halaman

Betah aku membaca tulisanmu berjam-jam

meski tak pernah tahu kapan selesainya

 

Namun aku punya pembatas buku

Dan bilangan di sudut tiap halaman adalah pengingat

Penanda kemajuan yang kucapai dalam menikmati ceritamu

 

Bagaimanakah akan kau akhiri ceritamu, wahai penulis?

 

Ah, inilah serunya membaca…

Penulis dan Pembaca adalah satu jiwa yang tak terpisahkan karena Tulisan tidak akan pernah ada jika tidak ditulis dan tulisan tidak akan pernah berarti jika tidak dibaca

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s