Paradoks

hanya ada satu harap yang selalu ingin terikat padanya
hanya ada satu pinta yang selalu ingin terlepas darinya
Rindu
yang katanya indah namun menyiksa
yang katanya menyiksa namun disuka
demikianlah kita aminkan sejoli yang berjalan beriringan juga berlawanan
lurus, dalam seutas garis yang tiap ujungnya ditarik ke depan maupun ke belakang
Jangan diikat karena kita ingin sama-sama merasa terlepas bebas
Jangan juga dilepas karena selama ini kita tak merasa terikat
Aku
Kamu
Menjelang senja, langit melepas biru mengikat jingga
Dalam senyap kita terikat, dengan senyum kita terlepas
Cinta
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s