Komunikasi (?)

Komunikasi yang terbaik adalah dengan bicara. Terbaik nomor satu. Dengan bicara banyak hal yang bisa ditemukan, disepakati, dinikmati. Bicara membuat dunia ceria. Bicara juga bisa membuat dunia muram. Tergantung apa topik pembicaraannya. Maka berbicaralah dengan baik, supaya pada saat ceria tidak menjadi lupa daratan dan pada saat muram tidak menjadi hlang ingatan. Namun jika yang terbaik nomor satu itu sudah menjadi kesalahan, jangan kuatir, masih ada terbaik nomor dua, yaitu Diam. Diam hanyut dalam senyum atau diam hanyut dalam cemberut. Cukup dua itu saja untuk dimaknai, mudah kan? Namun jika Diam pun masih menjadi kesalahan, maka masih ada terbaik nomor tiga, yaitu Ngebatin. Ngebatin itu tidak semerta-merta ditemui dalam setiap diam, namun memang harus diam dulu baru bisa ngebatin, makanya dia menjadi terbaik ketiga. Tapi jika ngebatin pun masih menjadi kesalahan, maka masih ada terbaik keempat, yaitu Melangkah Pergi.

Melangkah pergi, meninggalkan merupakan penyampaian pesan yang paling akhir, menunjukkan betapa sulitnya kesepakatan bicara tercapai, susahnya menerjemahkan diam dan terlalu mengawang-awang-nya ngebatin. Melangkah pergi seharusnya sudah menjadi pamungkas dari hilangnya seni berbicara, hilangnya hikmat sang diam dan hilangnya rasa saat ngebatin. Melangkah pergi adalah komunikasi terbaik keempat demi menyampaikan gagalnya komunikasi terbaik pertama, kedua dan ketiga. Melangkah pergi disebut terbaik keempat karena membiarkan rekan komunikasimu berkomunikasi dengan dirinya sendiri karena setidaknya dia akan masuk dalam fase diam dan ngebatin sampai akhirnya mengerti mengapa engkau memilih Melangkah Pergi.

Namun jika Melangkah Pergi pun masih disebut kesalahan, mungkin seharusnya memang sejak awal tak perlu ada komunikasi. Berpikir matang sebelum mengambil keputusan. Bersikap bijaksana sebelum menentukan pilihan. Karena jika sejak awal sudah berpikir matang dan bersikap bijaksana, tak perlu engkau memulai komunikasi yang bisa berakhir pada kebuntuan.

Penyesalan selalu datang terlambat, bukan?

Terimalah akibatnya, hai diri yang tidak bijaksana.

~~~

(kala merasa terganggu oleh pihak yang tidak bisa berkomunikasi namun merasa telah berkomunikasi dengan baik – guess we’re just not on the same page…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s