detak debar

Tersiksa adalah diri yang sejatinya meriah mesti menyerah pada senyapnya gelisah.
… dan berusaha menahan mata yang ingin menyerah pada satu titik semu, diam, tak bergerak, tak berkedip barang sekejap …
Firasat hadir selalu membawa debar. Sudi kah bicara saja? Amat lelah aku mencoba mengartikan tiap detaknya
… dan tanpa muslihat kau membuatku berbicara tentang banyak hal yang tak ingin kubicarakan …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s