Tertukar

Aku sering tertukar antara sepi dengan ramai
Sebab dalam ramai aku selalu sepi

Dan dalam sepi aku selalu ramai

Seperti siang ini

Kedai ini ramai, namun hanya aku yang seorang diri

Semua berbincang dengan rekan, hanya aku yang sunyi

Namun sunyiku ditemani oleh buku, lagu, dan kamu
Ya kamu
Kopi hitam
Ah, sekali lagi aku tertukar
Antara nyata atau fatamorgana
*lalu menunduk, mulut mendekat pada bibir gelas, menghayati perjalanan dia membuai tiap relung hati, dengan hangatnya, dengan aromanya, perlahan aku menghilang, lalu menjelma menjadi dirimu, yang seharusnya duduk di depanku*
Sekali lagi aku tertukar
Antara diriku yang merindu atau rindu yang menjadi dirimu

~~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s