Percaya

Sekarang aku percaya

Tak ada suatu hal yang terjadi secara kebetulan
Bahkan ketika dalam sendiri aku mendengar namamu disebut
Dua kali
Dalam tempat yang sama, penuh gerai penjual kenangan
Dalam waktu yang sama, detik mengetuk berlaksa ingatan
Dalam kesempatan yang sama, senyap namamu kuucapkan
Engkaukah, waktu, yang mulai bosan?
Lalu merekayasa bahagia supaya terasa sederhana?
Sementara yang diminta adalah perjuangan
Bukan ketidaksengajaan
Tapi aku percaya bahwa tidak ada yang kebetulan
Aku hanya mencapai suatu titik baru
Di mana kepercayaan adalah mahalnya mahar yang diminta malam kepada matahari
Demi meminang gelap supaya tak selalu gulita
Demi keluar dari mimpi dan menghampiri siang hari
~ ~ ~
Dua kali aku mendengar namamu disebut di sampingku …
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s