Tidak akan pernah bisa terjadi

Kalau pun bisa, tidak akan pernah dimaklumi

Kalau pun dimaklumi, tidak akan pernah ada kesempatan

Kalau pun ada kesempatan, tidak akan pernah tersampaikan

Kalau pun tersampaikan, tak akan pernah dimengerti

Kalau pun dimengerti, tak akan pernah diterima
Lalu untuk apa mencoba jika memang sejak awal telah sadar bahwa tidak akan diterima?
Sekedar berharap tidak akan salah

Semesta memaklumi, nurani tak akan terbebani

Karena menawannya rupa yang kau pandangi dan merdunya suara yang kau hayati tak pernah menjadi salah

Bahkan jika akhirnya menjadi cinta
Namun untuk apa?
Mari kembali pertajam logika: sang sahabat terdekat perasaan

Karena rasa baru terpuaskan jika logika telah merampungkan tugasnya
Ah, kalau begitu, sekedar berharap saja, tidak mengapa, kan? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s