Hitam, gelap dan pahit

Mengapa rasamu begitu nikmat?

Hitam, gelap dan pahit

Mengapa aromamu amat memikat?

Hitam, gelap dan pahit

Mengapa pekatmu begitu mengikat?

Membuatku rela menenggelamkan diri

Begitu dalam, kau membuatku terbenam

Terpendam dalam untaian seribu sesal

Hitam, gelap dan pahit

Tak perlu tambahan apa-apa hingga yang terakhir kukecap hanyalah dirimu utuh

Kurasa di lidah, membekas di bibir

Melekat di hati, bahkan saat kau tak hadir

Pada nafas yang kuhembus kau terlampir

dan kubawa kau pulang dalam khayal

menemani angan meratap, menduga-duga sang ajal

Hitam, gelap dan pahit

Engkau kah kenanganku?

Kopi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s