#BikersBlues (2)

Mohon maap yaaaaah, ternyata materi #BikersBlues itu ga cukup untuk hanya dituangkan ke dalam satu tulisan yang sangat ga penting, seiring berjalannya hari-hari yang saya lalui bersama dengan Sepesi Deptun tercinta dalam melintasi rute Jatibening – Kuningan dan sekitarnya, makin nge-blues aja hati ini memendam perasaan tertekan, terzolimi oleh kelakuan pengendara motor yang superegois.

Jika kalian mengendarai motor juga, pasti pernah deh ngalamin saat di mana kamu melihat ada kelap-kelip lampu yang cukup menyilaukan terpantul dari spion kiri, menandakan bahwa ada pengendara yang meminta celah untuk bisa dimasuki karena dia pasti mau mendahului kita. Ok, dengan mengedap-ngedipkan lampu sebenarnya sih sudah lumayan bagus ya, masalahnya adalah sering kali mereka menggunakan lampu yang super terang, kalah deh petromak, yang akhirnya malah membuat kita jadi kesilauan, jadi susah ngeliat. Itu yang pertama. Yang kedua, udah bagus sih niatnya dengan memberi tanda bahwa dia minta celah, namun masalahnya adalah dia mencoba untuk mengambil celah dari sebelah kiri, sementara bagi saya (dan setau saya sih berdasarkan tata cara berlalu-lintas di negara ini) lajur kiri itu adalah untuk kendaraan yang berjalan lebih lambat. Jadi ketika saya emang jalannya mau sedikit lambat lajur kiri adalah tempat yang tepat dan bagi mereka yang mendahului bisa dengan mengambil lajur kanan. Itu etikanya. Sopan-santunnya. Jadi sebenarnya memang agak geblek sih kalo mau minta jalan dari sebelah kiri, walopun udah ngasih tanda-tanda. Belum lagi kalo motornya udah ganti knalpot pake yang berisiknya ngalahin kentut orang belum makan 2 hari, super mengganggu kan?
Dua kecerobohan tadi belum selesai lhow… Yang ketiga adalah kalo udah minta kan mustinya nunggu sampai kita ngasih jalan, eh, celahnya ya… Ini mah engga. Abis ngasih tanda yang nyusahin itu dia langsung aja ngebut dengan belagunya. Pake acara nge-mainin gas, sambil terus kedap-kedipin lampu dan memaksa masuk dari celah yang tersisa sedikit saja di sebelah kiri. Masih untuk jika kita punya reflek yang cukup tinggi, kalo misalnya kita sambil mikirin gebetan, pasangan bahkan mantan yang kadang memang sedikit melumpuhkan panca indera, bakalan lain tuh ceritanya. Jika terjadi kecelakaan, maka siapa yang salah?
Maka yang dapat saya lakukan hanyalah menghela nafas sambil geleng-geleng kepala dan kadang – kalo lagi ga bisa tahan emosi – mengumpat juga sih… tapi biasanya abis mengumpat saya jadi nyesel karena kan niat saya adalah mencari dan menjaga kedamaian (tsaaaaaaahhhhhh….). Saya cuma mencoba untuk mengerti sebenarnya apa sih yang ada di dalam pikiran kampret itu…
Daaaaan yang lebih bikin bete adalah, dalam hitungan kurang dari 5 detik kemudian, kamu bisa melihat motor kampret yang tadi itu sudah berhenti di pinggir jalan, dia sudah sampai pada tujuannya. Gila kan? Perkara sabar untuk waktu 5 menit saja dia ga bisa…. Demi lebih cepat 5 detik saja dia rela membawa dirinya dalam bahaya besar yang bisa saja mengakibatkan kematian, bahkan dia juga telah membawa saya merasakan resiko itu… Well, kalo dia mati sendirian sih ya gapapa, bodo amat, tapi kalo gara-gara kelakuannya dia akhirnya malah mengorbankan orang lain – sampai tewas – sementara dia cuma luka ringan – trus gimana?
Entahlah, apa yang ada di dalam pikiran banyak pengendara motor di Jabotabek. Koq kayaknya jiwa mereka itu ga tenang banget, ga damai banget… Ada teman yang melakukan analisa katanya kesalahannya adalah sejak kecil mereka (bahkan mungkin kebanyakan dari kita) tidak diajar untuk memiliki sifat mengalah, yang dajarkan cuma jiwa kompetisi, kalo kalah maka kamu bodo, bukan sifat untuk tenggang rasa dan saling menghormati. Saya rasa ada benarnya juga. Tapi saat orang sudah dewasa kan seharusnya sudah punya pikiran yang lebih bijaksana ya? Mikir lebih banyak sebelum bertindak. Mengapa tidak bisa? Atau tidak mau?
Salah siapa?
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s