#BikersBlues

Setelah beberapa tahun lamanya menjadi pengendara motor aktip demi memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari, maka sudah lumayan banyak pengalaman manis dan pahit yang telah saya alami. Pengalaman manis mah selalu enak buat dikenang tapi kalo pengalaman pahit selalu enak untuk dibahas. Di bawah ini saya akan menuturkan beberapa tulisan yang telah saya gurat melalui akun-akun media sosial – sedekdar berkeluh kesah sendiri, daripada stress sendiri dan menjadi gila sendiri, karena tidak tahu kepada siapa harus mengadu. Seharusnya sih bisa mengadu pada aparat hukum namun semua sudah terasa tumpul, hanya tajam jika ada lembaran bernominal tertentu yang ikut ambil bagian. Berharap gratis? ya sudah, salam damai aja sama kejadian-kejadian mengesalkan setiap hari. Bukankah nyawa yang kita punya ini juga didapat dengan gratis? Miris.

Suka-ga suka, inilah keluh kesah saya. Kalo ada yang tersinggung dengan tulisan ini, silahkan mengevaluasi diri dulu baru deh kemudian kita bikin forum diskusi. Ngooooook…

  • “Setujukah kau kawan, bila ku katakan bahwa Lady Bikers itu lebih nekat tapi – sayangnya – (sering kali) kurang perhitungan?” #BikersBlues
  • “Teroris ternyata bukan hanya berwujud pelaku bom bunuh diri, tetapi juga ketika melirik spion dan ada biker(s) di belakang dengan lampu halogen yang bisa dipastikan mereka akan ngebut dan melalui sayap kiri akan memotong jalan untuk langsung ke kanan” #BikersBlues
  • “Selain kebutuhan primer, sekunder & tertier, penghuni jabodetabek juga punya kebutuhan untuk mendapat jalur alternatip/jalan tembusan. Selain itu dituntut juga agar para pengendara mempunyai logika dan kepekaan yang sejalan dalam melihat jalan atau rute alternatip namun dengan tidak mengurangi rasa hormat pada peraturan lalu lintas yang berlaku. Misalnya: tidak tidak melawan arus dan/atau naek trotoar” #BikersBlues
  • “Ngepot, nyelip, jalur alternatip, tetap patuh pada aturan = hemat waktu 15 menit. Kalo ga patuh aturan sih bisa hemat 30 menit. Pilih yang mana?” #BikersBlues
  • “Tak perlu berkecil hati, kawan, jika engkau didahului oleh banyak sesama pengendara motor. Ga perlu menjadi kesal dan akhirnya melakukan tindakan-tindakan ekstrim (walopun keren keliatannya). Tetap tenang. Tiba dengan selamat – itulah tujuan utamanya” #BikersBlues
  • “Setiap hari ngerasa banget keselamatan diri terancam oleh kelakuan sembrono dan egois para bikers (juga pengemudi kendaraan lainnya). Kenapa sih ga bisa saling menghormati aja dalam berkendara?” #BikersBlues
  • “Jalan umum bukan tempat untuk adu ekstrim nyetir motor. Dan saya sendiri bukan peserta sirkus. Keep calm and ride safely” #BikersBlues
  • …. dan saya yakin akan bertambah lagi ….

Namun perlu saya tekankan bahwa tulisan ini tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan semua pengemudi kendaraan bermotor ya, khususnya pengendara motor, tapi kalau memang dari antara kalian yang membaca ini pernah melakukan hal-hal seperti yang saya tulis di atas itu, percayalah, anda termasuk gholongan orang yang jelek. Bukan masalah rupa namun moral kalian jelek. Jadi untuk apakah wajah ganteng/cantik tapi moral jelek? Untuk apa ganteng/cantik tapi ga punya etika? Ingatlah, bahwa yang kalian lakukan itu telah membahayakan nyawa orang lain, pengemudi kendaraan yang juga berhak menggunakan jalan raya sebagai fasilitas umum, bukan fasilitas nenek moyang kalian.

Tapi jika memang keadaan tidak punya etiket itu sudah mendarah daging dan anda merasa tidak tenang jika tidak melanggar peraturan, maka langgar lah peraturan itu dengan cara yang elegan. Misalnya, jika anda mau menerobos lampu merah, pastikan dulu momentum penerobosannya memang tepat, jangan ngerasa bahwa anda pasti bisa, tapi tolong hormati kenyamanan pengemudi lainnya yang pada saat itu mendapat giliran lampu hijau supaya mereka tidak perlu ngerem gila-gilaan. Kasian kan kalo mereka itu ternyata jantungan… Mungkin anda punya ilmu debus sehingga jika ketabrak pun anda akan baik-baik saja, tapi kan belum tentu pengendara lainnya punya ilmu yang sama. Jadi, tolonglah, beri sedikit rasa hormat anda. Pilihlah momen menerobos saat anda sudah yakin bahwa tidak akan ada kendaraan lain yang akan ngerem gila-gilaan jika anda lewat. 

Semoga saat memikirkan momentum yang tepat tiba-tiba nurani anda diberi pencerahan oleh Yang Maha Kuasa sehingga mengurungkan niat untuk berprilaku barbar. 

Saya pun berjuang untuk bisa menahan desakan berlaku barbar demi memenuhi egois saya untuk mengejar waktu biar ga telat melulu sampai kantor, namun ternyata semua itu usaha menahan diri itu membawa saya pada pemikiran yang (saya rasa) jauh lebih bijaksana, yaitu: jika emang ga mau terlambat maka harus berangkat lebih pagi. Sudah berangkat pagi? Ya coba berangkat lebih pagi lagi. Sudah berangkat subuh? Ya coba pikirkan untuk bicara dengan pihak perusahaan bahwa anda sudah berusaha maksimal namun memang kemacetan jabodetabek yang menggila ini sudah demikian menyulitkan sehingga – menurut saya – aturan datang kantor harus tiba tepat waktu dan jika terlambat maka uang makan akan dipotong itu merupakan aturan primitip. Cobalah usahakan untuk minta diberlakukan fleksible time, datang telat ya konsekuensinya juga anda pulang lebih malam sesuai dengan durasi keterlambatan anda. At least sampai dengan semua proyek pembangunan jalan di jakarta ini selesai dan – saya yakin – kemacetan bisa lumayan terurai. 

Sepenggal kalimat saya titipkan dalam doa tiap pagi, saat akan berangkat kerja: “Ya Tuhan, tolong saya untuk tidak berlaku ugal-ugalan, dengan demikian saya hidup yang telah Kau anugerahkan kepada saya dan kepada orang lain juga”. 

Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s