Derita Seorang Pengendara Motor Yang Taat

Hari baru menjejak di angka 9 dalam bulan Januari tahun 2015 ini namun paling tidak sudah 5 kali saya nyaris mengalami kecelakaan motor. Bayangkan, betapa mengerikannya kenyataan bahwa perjalanan dari Jatibening (Bekasi) menuju Mega Kuningan (Jakarta) ternyata mengandung resiko celaka yang demikian tinggi.

Saya adalah pengendara motor yang termasuk dalam kategori kece (baca: taat peraturan) – well, ga 100% taat siiiih, sekali-kali melanggar peraturan juga koq seperti menerobos lampu merah namun dengan kondisi bahwa memang arah berlawanan sedang benar-benar kosong dan tidak memberikan resiko bahaya pada pengendara lainnya. Saya paling anti naik trotoar, tidak suka nyalip kendaraan lain, tidak suka menyelak antrian kendaraan, pokoknya saya cukup bertanggungjawab lah dalam berkendara. Makanya, beberapa orang yang pernah merasakan diboncengin sama saya pasti merasa bahagia, nyaman, damai dan biasanya minta diboncengin lagi, ketagihan gitu deh. Enak aje! Bayar dooong kalo mau! Hhhhhhhhhh….
“Buat apa lo naek motor kalo seperti itu caranya? naek motor kan demi mengejar waktu dan lo bisa nyelap nyelip dengannya, kalo kaya lo cara nyetirnya mah sama aja bohong, ngerasa macet jugak dooong”, demikianlah komentar seorang cowok yang disinyalir adalah teman yang juga pengendara motor setelah mendengar betapa saya tertib dalam berkendara. Hanya bisa menghela nafas panjang sambil mengelus dada – yang tentunya dada saya sendiri, bukan dada teman – sambil membayangkan betapa kejamnya dunia ini jika semua pengendara motor berprinsip seperti dia.
5 kali nyaris mengalami kecelakaan itu kesemuanya disebabkan oleh pengendara motor lainnya dan penyebab utamanya adalah akibat mereka mencoba nyodok dari sebelah kiri dengan kecepatan tinggi padahal tidak tersedia celah yang lega, istilahnya maksain banget dah, ada juga yang mencoba mendahului mobil dengan cara masuk ke lajur yang berlawanan arah di mana ada saya yang sedang asoy menikmati terpaan angin dingin. Dua hal itulah penyebab utama nyarisnya terjadi kecelakaan motor. Hhhhhhhhh…
Saya bingung, apakah mereka semua tidak sayang pada nyawa sendiri ya? Boro-boro deh mereka memikirkan keselamatan orang lain, wong nyawa sendiri aja nampaknya mereka ga peduli koq, menurut mereka mungkin lebih penting reputasi baik – karena sampe tempat kerja dengan tidak terlambat dan ada kemungkinan makin dicinta sama atasan dan akhirnya dapat promosi jabatan yang berarti naik gaji – daripada nyawa mereka yang cuma satu-satunya. Saya sadar banget koq kemacetan sepanjang bekasi – jakarta memang sudah masuk taraf yang memuakkan, namun saya percaya koq pemerintah yang sekarang sedang berkuasa sudah mulai serius untuk mengentaskan kemacetan yang mahaluarbinasa ini tapi kan memang ga semudah membalik tangan ya, semua itu bisa terjadi juga jika kita sebagai warga memberikan dukungan dengan cara menaati peraturan yang sudah ada. Sedikit bersabar lah… Daripada ga sabar trus malah kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia, malah akhirnya ga bisa merasakan lalu lintas bekasi- jakarta yang semakin membaik. Nyesel kan?
Saya pribadi selalu menjaga jarak aman dalam berkendara, memerhatikan jarak kiri kanan dan juga depan kendaraan, memperhitungkan jarak dan waktu jika tiba-tiba harus mengerem mendadak, melihat celah yang tersedia dan memperhitungkan jika memang cukup dan tidak membahayakan pengendara lain maka baru deh saya mengambil jalan. Tapi tetap aja pengendara lain ga pernah menyadari niat baik saya itu… Semua udah terlalu egois. Saya sengaja memberi jarak untuk pengendara lain supaya bisa ambil jalan, eeeeeh yang masuk malah pengendara lainnya yang sebenarnya sudah terlalu mepet untuk masuk.. Ajegile, kayak main colong-colongan jalan gitu… Dan hal itu sangat mengerikan karena kelakuannya dia itu membuat saya dan pengendara lainnya jadi kaget. Untung aja saya punya reflek yang masih lumayan bagus sebagai akibat dari rutinnya latihan kungfu (dalam video games) jadi bisa saya tangani rasa kaget setengah mati itu. Namun yang kadang ga bisa saya tangani adalah emosi yang timbul yang menyebabkan saya mengejar pengendara lain itu, berusaha menyusulnya dan kemudian memotong jalannya dengan harapan dia kaget dan syukur-syukur jadi jatoh. Jahat ya? Memang! Saya ga mungkir, lalu lintas di sini bisa membuat orang yang hatinya lemah lembut menjadi beringas… Well, kalo pun pengendara itu ga jatuh saya cuma berharap dia bisa merasakan kekagetan yang sama seperti yang saya rasakan dan akhirnya memberi rasa jera baginya. Sayangnya tidak seperti itu ya… Pengendara yang ugal-ugalan rasanya akan terus seperti itu sampai memang akhirnya ada kejadian heboh yang memberi efek shock therapy.
Saya pun bingung dibuatnya, baik mengikuti peraturan atau bahkan melanggarnya pun ternyata tidak membuat bekasi – jakarta menjadi jalur yang manusiawi. Itulah pentingnya berdoa tiap pagi sebelum berangkat beraktivitas dan juga sesudahnya. Berdoa memohon supaya Tuhan menjaga dan bahkan menjauhkan ancaman maut dari diri saya. Tapi dalam berdoa pun saya selalu meminta supaya diberi hati yang tenang dan tidak mudah terpancing emosi, diberi pikiran yang waras supaya tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengundang resiko tinggi dan bahkan mencelakakan pengendara lain. Ya, perubahan harus dimulai dari diri sendiri kan? Jika pengen merasakan lalu lintas yang nyaman dan aman buat kita lalui sehari-hari ya semua harus dimulai dengan tekad untuk membuat diri menaati lalu lintas dan menghormati pengguna jalan lainnya.
Oh iya satu lagi, untuk para komunitas pengendara motor yang seringnya pake embel-embel “Brotherhood”, bukan cuma teman satu geng aja yang kalian anggap sebagai saudara, tapi semua pengguna jalan adalah saudara kalian. Jadi tolong jangan seenaknya aja jalan dengan kecepatan tinggi sambil mengacung-acungkan tongkat nyala trus nyuruh pengendara lainnya untuk minggir dan ngasih jalan buat kalian. Emang kalian yang punya jalanan? Justru seharusnya kalian itu menjadi dan memberi contoh bagaimana berkendara yang baik dan benar dan taat peraturan sambil menjaga keamanan dan kenyamanan pengendara lainnya. Got it?
Jangan ugal-ugalan lagi ya…
Salam hangat,
Bigbangjoe
Sang Ksatria Sepesi Deptun
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s