Sekelebat Cahaya

Adakah yang aneh dari sekedar duduk diam dan melihat kelebat cahaya lewat?
Apakah itu salah?
Semestinya bersyukur karena masih bisa melihat kelebat cahaya
Karena itu berarti dunia bergerak
Walaupun diri diam namun dunia terus bergerak
Tak pernah ada jeda
Dan tak mungkin dihentikan jika belum saatnya

Adakah kelebat cahaya membawa apa yang kucari?
Karena aku tak mampu bergerak
Di sini telah kupercayakan kaki yang lelah
Sekedar dimanja hembusan angin penantian

Sumringah senyum terukir
Di sela-sela warna yang membentuk kelebat cahaya itu

Itu kah kamu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s