Lelah

Lima Senin sudah terlewati.

Aku isi kelima hitungan minggu tersebut dengan berusaha mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul begitu saja. Pertanyaan atas ketidak-puasan akan jawaban yang diberi, argumen yang disampaikan, dan kenyataan yang dirasakan. Namun memang tidak ada jalan lain, selain berusaha untuk menerima kenyataan. Dengan menerima kenyataan maka barulah bisa menerima jawaban yang diberi dan argumen yang disampaikan.

Aku sudah mengisi waktu di antara kelima Senin itu dengan melarikan diri sejauh mungkin ke arah datangnya sinar matahari. Terang yang diberi mungkin bisa membuatku membuka mata dan dapat melihat bahwa di sekelilingku banyak sekali hal yang masih dapat untuk disyukuri keberadaannya.
Aku menerbangkan diri sejauh mungkin ke arah datangnya sinar bulan yang membuatku bisa melihat bahwa disekelilingku memang gelap namun secercah cahaya purnama membuatnya terasa indah. Aku menenggelamkan diriku sedalam mungkin ke laut dengan ombak besar, berharap agar gelombang itu mampu menggulung segenap kenangan penyebab penat dan sakit kepala yang terlalu sering melintas.

Namun dia bagaikan…. Entahlah… aku tak bisa menggambarkannya…

Dia tak pernah nampak lagi namun mampu menarik langkah kaki ku yang sedang berlari
Tak pernah ada lagi namun menutup paksa sayap yang ingin mengembang sehingga tak dapat ku melayang
Tak pernah terlihat lagi namun memecah ombak sebelum menghempas diriku

Apakah mau mu? Apakah mau ku? Apakah mau mu mengerti mau ku?

Aku tertawa
Aku sudah tau dengan jelas apa mau mu
Dan aku sudah tau dengan teramat jelas seharusnya apa yang menjadi mau ku
Hanya saja aku sering tidak mampu menolak hembusan angin panas yang menerpa wajah saat aku meniti langkah di sebelah bangunan besar dan kecil tempat di mana sejarah pernah tertoreh di sana

Tak pernah berlebihan atau muluk-muluk, sebaris tulisan rasa sayang yang tertuang melalui peluk, kecup, belai
Gerak bisikan yang memenuhi pendengaran walau di tengah keramaian

Aku yang ingin melangkah, aku yang ingin melayang, aku yang ingin tenggelam….
Hanya dapat menyampaikan gemetar yang tiap malam hadir untuk menghantui
Hanya dapat mengeluh, menyampaikan kesah…

Aku rindu

*terima kasih kepada Penny Tai yang menyanyikan Ni Yao De Ai, Tamia yang menyanyikan lagu Officially Missing You dan Josh Groban yang menyanyikan Broken Vow, kesemuanya dengan sangat indah. Juga terima kasih kepada Deftones yang telah menyanyikan Romantic Dreams dan Rosemary dengan sangat gagah….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s