Sabtu Malam Bersama Segelas Besar Kopi Pahit dan Panas

Malam yang penuh dengan demonstrasi cinta

Aku pergi ke tempat biasa, sering dibilang sebagai rumah kedua bagiku karena begitu seringnya aku datang ke tempat ini. Hampir 1 atau 2 kali dalam seminggu aku menyempatkan diri ke tempat ini, sekedar hanya untuk melihat-lihat saat sendiri atau memang ingin melakukan beberapa hal bersama dengan dirinya. Entahlah, tempat ini begitu nyaman bagiku. Pusat perbelanjaan yang termasuk mewah namun masih wajar untuk dikunjungi dengan menggunakan kaos oblong, celana pendek dan sandal tanpa harus merasa aneh. Memang terlihat dekil namun apa urusan mereka – para penilai gaya yang memang memiliki niat untuk keluar rumah dengan terlihat ganteng/cantik, sambil mungkin bisa menarik perhatian lawan jenis walaupun mereka bersama dengan pasangan masing-masing.

Malam yang penuh dengan demonstrasi cinta

Kudatang ke tempat ini dengan menggunakan motor bebek matic kecintaanku. Sendiri. Hanya ditemani dengan playlist yang amat random berisi lagu-lagu bergenre rock cadas mengkritisi ketidakadilan pemerintah sampai pop mendayu-dayu mengumbar tangis akibat pupusnya cinta. Random. Tak beraturan. Tak mengapa. Aku butuh sesuatu yang sejalan dengan denyut jantung dan alunan langkah pikiran yang semakin lama semakin tak terarah. Terlebih saat aku melihat motor di depan yang dikendarai oleh seorang pria, dipeluk erat seorang wanita, dengan kecepatan yang tidak terburu-buru, bisa kurasakan betapa mereka sedang menikmati perjalanan sore menjelang malam ini. Ah, pastinya denyut jantung dan alunan langkah pikiran mereka sejalan. Terartur, makanya mereka tidak perlu memacu motor dengan cepat, tokh selambat atau secepat apapun mereka akan tetap bersama. Setidaknya untuk saat ini. Kupacu motor bebek matic ini dengan semakin cepat seiring dengan lagu “Persatuan Bangsat-Bangsat” dari Cupumanik menggedor telinga menghujam jantung.

Malam yang penuh dengan demonstrasi cinta

Aku begitu cinta dengan motor bebek matic ini. Tangan yang menggenggam kokoh stang adalah tangan yang biasa memegang tangan seorang dia. Kutambah kecepatan motor kemudian membawanya meliuk-liuk di celah-celah antara kendaraan lain yang memadati jalan sore menjelang malam ini. Liukan ini mengingatkanku pada ekspresi cinta yang diberikannya… Sekitar satu atau dua detik aku sempat terhilang, sebelum kembali sadar bahwa ekspresi bisa dimanipulasi. Entah mungkin juga aku yang selama ini memanipulasi. Hanya ekspresi cintaku kepada motor bebek matic ini saja yang memang apa adanya. Aku bisa memakinya saat gagal mengambil celah atau terjebak lampu merah, aku bisa memujinya saat berhasil memotong deretan rombongan pengendara motor yang angkuh. Aku bisa bercerita di atasnya tanpa ada yang menyelak bicaraku, aku bisa menangis di atasnya tanpa perlu malu karena dia tidak akan pernah bisa menghinaku.

Malam yang penuh dengan demonstrasi cinta

Malam ini kuhabiskan waktu dengan memakai kaos oblong hitam, celana cargo pendek dan sneaker. Aku bawa kamera, mainan dan laptop. Rencanaku adalah membuat foto lampu kendaraan yang melintas kencang yang akan kutangkap dengan slow shutter sehingga membentuk garis-garis cahaya menggurat. Aku suka dengan guratan cahaya. Bagiku guratan cahaya mengandung banyak rahasia. Jika tidak demikian, mengapa dia harus berlalu dengan cepat? Maka aku pun ingin menjadi guratan cahaya. Sekejap saja dan punya banyak rahasia.

Malam yang penuh dengan demontrasi cinta

Aku butuh pemanasan sebelum lanjut meneruskan perjalanan menghambakan diri pada kesendirian. Kopi pahit yang panas, tidak ada yang lain, adalah kencanku yang paling setia. Ya… Kopi pahit dan panas ini begitu setia sehingga aku harus banyak belajar padanya mengenai kesetiaan. Kamu pun harus belajar tentang kesetiaan darinya.

Malam yang penuh dengan demonstrasi cinta

Berkaos oblong hitam, bercelana cargo pendek, memakai sneaker hitam, membawa tas ransel duduk di tempat ini memandangi mereka yang sedang bersama berbalut cahaya lampu terang membuai mata mencipta romansa… Wahai Sang Kopi Pahit dan Panas, leburkanlah aku dalam khayalan kehangatan cinta.

 

Ah, aku tergila-gila… 

 

Aku gila

sbux3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s