Kopi Pahit yang Panas

sbux2
2 Empty Cups of Hot Coffee

Duduk lagi di sini.

Tempat yang berbeda namun nuansanya sama.

Biasanya dua gelas minuman tersedia, untuk dua orang

Dengan makanan kecil sebagai penyemarak meja yang cukup sempit

Lalu kami bicara, tertawa, sambil menikmati teguk demi teguk minuman dan suap demi suap makanan

Kami menyukai tempat ini karena suasananya yang relatif nyaman

Bukan karena sok gaul atau ingin terlihat update  dalam gaya hidup pemuda pemudi kota besar

Namun semata-mata karena tempat ini menawarkan sesuatu yang berbeda dibandingkan tempat yang lainnya

Entahlah, mungkin itu hanya perasaanku saja

 

Duduk lagi di sini.

Tempat yang sama dengan nuansa yang berbeda.

Hanya satu gelas yang tersedia di atas meja, untuk satu orang

Dengan dua potong donat manis kontras dengan segelas kopi pahit panas

Bukan kebiasaanku, karena biasanya minuman dingin dan manis yang selalu kuminta setiap datang ke tempat ini

Pahit dan panas adalah musuh, aku tidak suka pahit, aku tidak suka panas

Namun entah mengapa saat ini aku ingin mengakrabkan diri dengan mereka itu

Mungkin karena aku telah terbiasa merasakan keduanya

Pahit dan panas

Hidupku pahit, hatiku panas

Entahlah…

 

Duduk lagi di sini.

Kembali mengais untaian kata dari pikiran yang telah usang

Suatu hal yang telah lama aku tinggalkan

Terlena dalam manisnya untaian kata terucap yang kadang membuatku lupa

Bahwa kadang lebih baik kata-kata dituliskan, karena akan lebih manis saat dibaca

Kata yang terucap biasanya langsung menjadi acuan, kejadian, sekali terucap tak bisa ditangguhkan apalagi dibatalkan

Sementara kata yang tertulis biasanya masih bisa ditangguhkan publikasinya bahkan dibatalkan

Masih ada kesempatan untuk melakukan revisi sebelum dinyatakan

dan entah mengapa di tempat ini aku selalu memiliki banyak amunisi kata yang kadang tak mampu kebendung namun sulit untuk diungkapkan

 

Duduk lagi di sini.

Kali ini aku mau memesan lagi gelas yang kedua

Kali ini bernama Flat White

Kalau tidak salah perbandingan antara kopi dengan susu adalah 1:1, entah benar atau tidak

Yang pasti aku ingin menikmati semuanya di sini

Di tempat ini

Walau aku bisa merasakan tawa angkuh Sang Resiko menjurus lurus ke hati yang penuh dengan amarah, emosi, kalut dan kusut

Tawa angkuh yang kemarin mengajarkanku tentang sia-sianya mengais kenangan

Aku tidak peduli, sekedar tawa sinis mampu kuhadapi, sedangkan pahit dan panas saja bisa kutangani

Aku hanya ingin bercumbu dengan kenangan

Karena selepasnya aku dari peluknya, aku kembali menjadi seorang aktor tak berbakat dalam menyembunyikan perasaan

 

Duduk lagi di sini.

Dua gelas kosong merepresentasikan satu sosok yang sedang masyuk bergelut melawan pahit dan panas

Dua gelas kosong merepresentasikan satu hati yang sepi

Dua gelas kosong di tempat ini

Tempat yang sama dengan nuansa yang berbeda

 

Kopi Pahit yang Panas…

 

 

(pendingin udara ini tidak kuasa menahan keringat muncul di dahi)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s