Jus Alpukat Nikmat

Di depan komplek rumah saya ada dua orang abang-abang yang berjualan aneka macam menu jus dan sop buah, menggunakan 1 gerobak dan 2 mixer, eh, juicer, eh, blender, ah… Apalah namanya itu, pokoknya alat yang buat ngancurin buah deh. Harga jual setiap menunya relatif murah – kalo ga boleh saya bilang sangat murah. Segelas penuh jus alpukat yang sangat kental dengan tuangan susu kental manis rasa coklat yang ada gambar bendera-nya itu dijual seharga Rp. 6.000 saja! Demikian juga dengan jus mangganya. Ga tau dengan yang lainnya soalnya saya cuma suka dua buah itu aja untuk di-jus, sama pepaya deh untuk melancarkan pup. Saya sih yakin harganya ga akan beda jauh yang pasti ga bakalan mencapai Rp.10.000, karena jika selisih harganya terlalu jauh maka itu sama saja dia merusak pasar sendiri.

Saya sungguh kagum dengan kualitas jus alpukatnya, dengan proses pembuatan yang dilakukan secara live, dapat dipastikan bahwa dia menggunakan 1,5 buah utuh – tanpa bijinya lhow ya – dicampur dengan beberapa butir es batu dan air. Kemudian susu kental coklat dibalurkannya ke bagian pinggir dalam gelas plastik dan setelah jus selesai kemudian dimasukkan ke dalam gelas susu coklat itu pun ditaburkannya juga ke atas jus. Anda akan merasakan sensasi dua lapis susu coklat deh. Keren kan?

Itu adalah hasil buatan penjual sederhana bergerobak warna warni dengan harga hanya Rp.6.000 saja.

Kemudian saya jadi teringat dengan beberapa restoran yang menawarkan menu jus alpukat. Restoran yang biasa-biasa aja biasanya memberi harga Rp. 8.000 dan yang agak keren paling murah Rp. 10.000 dan yang keren paling murah Rp. 20.000 dan yang lebih keren lagi paling murah Rp. 30.000 dan yang lebih keren dari yang lebih keren mah saya ga tau harganya, karena itu berarti restoran premium a.k.a mahal yang biasanya ga jual jus alpukat, tapi jualnya wine. Lagian juga saya ga punya duit untuk makan di restoran kayak gitu. Hehehehehehee…
Dari semua perbandingan harga tersebut di atas, saya mengambil kesimpulan bahwa – ternyata – hanya yang dijual di depan komplek saya yang paling kental! Hah! Macam manaaaaaa…

Beneran deh, saya ga bohong, jus di depan komplek saya itu benar-benar asli, bukan flavor dan ga cuma dibanyakin es atau airnya. Saya jadi curiga, apakah kalo di restoran lain mereka lebih banyak memberi air atau es aja ya makanya jadi encer. Bah… Jadi saya membayar mahal hanya untuk airnya saja? Ya, pastinya sih si tukang jus di depan menggunakan bahan campuran lain dengan harga yang lebih murah. Tapi apa sih campuran lainnya? Yang saya liat sih cuma gula cair. Nah itu mungkin pake gula dengan kualitas kutu kupret ya, but who cares? yang penting terasa manis dan gula dalam jumlah segitu mah – kayaknya – ga bakalan bikin penyakit ya, lagian juga ga tiap hari kan minumnya. Sama palingan air yang digunakan, mungkin bukan air mineral ya tapi hasil masak sendiri dengan tingkat didih yang hanya si abang dengan Tuhan saja yang tau. Ah, saya sih ga pernah ngerasa ada masalah dengan perut setelah mengonsumsi jus itu. Satu-satunya masalah hanyalah kekenyangan. Sementara saya tidak pernah merasa kenyang dengan jus di restoran. Tepatnya sih dikenyang-kenyangin aja. Bukan apa-apa, kenyang di perut tapi bikin dompet jadi aus…

Kesimpulannya adalah ternyata untuk menikmati hidup yang menyenangkan itu sederhana aja koq. Hanya perlu Rp. 6.000 untuk merasakan kenikmatan kelas premium dalam kemasan gelas plastik dan sedotan yang bisa dibengkokin. Emang sih duduknya di pinggir jalan, tapi justru itu adalah keuntungannya. Mana lebih keren, nge-jus di restoran tapi cuma bengong apa nge-jus di pinggir jalan sambil nge-blog pake gadget mini ini? Hahahahahahahahahahahaaaaaa…. Becanda, Boi…
Yang pasti saya amat cinta sama produk pinggir jalan. Selain warteg yang telah saya beri predikat Pahlawan Tanpa Tanda Terima (ga pernah dikasih bon-kan kalo abis makan di situ?), maka tukang jus di depan komplek juga saya beri predikat yang sama.

Mari, kita galakkan gerakan membantu usahawan kecil dengan cara lebih sering makan makanan warteg dan beli jus abang-abang karena di situlah letak pergerakan ekonomi kerakyatan. Tuhan memberkati semua pengusaha kecil.

Salam hangat,

Bigbangjoe
Presiden Front Pembela Cintah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s