Iming-iming Iklan

Kenapa ya iklan parfum selalu dikaitkan dengan seks? Ga pernah jauh dari cewex yang tetiba tergila-gila pada satu cowok atau cowox yang tetiba ngejar-ngejar satu cewek. Masih mending sih kalo iklannya buatan lokal, kalo buatan SLJJ malah lebih seru: ga jauh dari pergulatan intim dua insan lain jenis yang sekonyong-konyong terjadi setelah salah satu dari mereka memakai parfum. Well, masih mending sih yang bergulat itu beda jenis kelamin, seandainya sejenis mah udah saya lempar ini mekbuk ke layar tipi (sengak mode)!

Saya jadi berpikir, apakah emang orang pake parfum untuk semata-mata menarik perhatian lawan jenis (atau sama jenis buat yang agak “miring” orientasinya)? Apakah sebegitu putus asanya insan di dunia ini sehingga harus menggunakan parfum supaya targetnya tercapai? Well, tak sepenuhnya salah sih, saya juga penggemar wewangian tubuh walaupun hanya bertahan selama 1 – 2 jam saja setiap paginya, 1 jam kalo naik omprengan yang ga ber-AC dan 2 jam kalo omprengannya ber-AC. Tapi saya pake wewangian karena ada keinginan untuk menjalin hubungan yang baik dengan kolega di mana saya beraktifitas. Nah kalo saya bau pasti pada menjauh kan? Lalu niat mulia saya untuk berkarya jadi terhambat kan? Terus saya dianggap aneh kan? Berujung pada teori konspirasi untuk mengasingkan saya dari peradaban sebelum kemudian dipecat… Luar biasa efek sampingnya…

Well, entah ya, saya sih selalu anti jika penjualan produk harus menggunakan daya tarik seksual – apapun produk yang ditawarkan. Masih ga abis pikir kenapa juga produk rokok harus menggunakan SPG yang sexy dan produk kendaraan roda empat harus menggunakan SPG yang super sexy saat pameran? Yang ada mereka itu cuma jadi pemuas hasrat pencari foto sexy colongan yang mendadak ngumpul. Well, mungkin sih ada efek positipnya juga dalam meningkatkan penjualan ya, tapi entahlah, saya koq malah ngerasa yang kayak gitu malah ga profesional ya. Hehehehehe…

Mungkin karena saya cuma bosan saja melihat segala sesuatu yang harus dikaitkan dengan seksualitas, hal yang mustinya terlihat elit malah terlihat murahan – instead of iklan yang menarik karena memang ide-nya cukup seru seperti malaikat bersayap yang sampai terjatuh akibat ada seorang cowok menyemprotkan wewangian ke keteknya. No, saya ga munafik, saya tetep suka melihat keindahan wanita namun kalo dibikin seperti itu koq ya keliatan agak rendah ya… Dan berlaku juga jika iklannya adalah produk wewangian untuk wanita dan pria yang menjadi korbannya. Hehehehehehe…

Tapi tenang, saya tidak akan menjadi aktifis yang menentang iklan seperti itu. Saya ga akan sok suci dan menghakimi bahwa hal itu salah, ternyata iming-iming seksual dalam memasarkan suatu produk emang dinilai berhasil koq. Ya sudah, apa boleh buat, terima aja… Hahahahahaha…

Salam Hangat!!! *balurin minyak angin ke sekujur bodi*

Bigbangjoe

Presiden Front Pembela Tjinta

epilogue:

suatu dini hari di dalam mikrolet yang sedang mengisi bensin

banci 1: eh nek, akika seneng deh ama bau bensin

banci 2: iya, baunya bikin gimana gitu ya boooo

banci 1: he eeeeh… Kenapa ya say ga ada parfum yang aromanya bensin gini?

banci 2: ah yey ngaco aja deh, entar merknya Sentul doooong…

…dini hari yang aneh….

Advertisements

One thought on “Iming-iming Iklan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s