“Untukku” – Lagu Cinta Karya Musisi Lokal Yang Abadi

Salah satu cara paling enak dalam menikmati sebuah lagu adalah dengan memakai earphone yang bisa menangkal bebunyian berisik dari lingkungan sekeliling sampai 85%, lalu naik kendaraan umum yang bersifat amat umum seperti bis atau angkot – bukan taxi karena sifatnya umum tapi pribadi, duduk di dekat jendela yang terbuka lebar yang mengakibatkan wajah kebas diterpa angin dingin senja yang semakin kelam dan poni rambut teracak-acak memberi efek cuek bebek.
Seperti saat ini, di dalam sebuah bis umum buatan negeri cina – yang dibeli dalam keadaan bekas namun amat terawat dan hanya dalam waktu 5 tahun sudah lebih cocok untuk dijadikan truk sampah – bernomor 46, saya sedang menikmati pemandangan kilau lampu dengan dominasi warna merah sebagai efek dari rem yang terinjak karena padatnya lalu lintas, di telinga saya sedang terdengar alunan lagu cinta yang sendu dalam buaian suara merdu sang alamarhum Chrisye berjudul “Untukku”. Ya, lagu yang menurut pemikiran awam saya termasuk sebagai lagu era reformasi namun berkualitas abadi. Maksudnya era reformasi adalah lagu ini bukan diciptakan seangkatan dengan lagu-lagu karya The Rollies dkk yang memang dikenal sebagai jaman keemasan musik Indonesia (tahun 70an) dan berpotensi jadi lagu abadi. Lagu Untukku ini diciptakan awal tahun 2000an lah oleh Yovie Widianto yang dengan tepatnya diberikan kepada Erwin Gutawa untuk diaransemen lebih lanjut. Lirik yang sederhana namun berwibawa amat sejalan dengan musik yang mengalun manis terlebih pada string section-nya saat lagu memasuki reff bagian pertama sampai lagunya selesai. Namun yang paling tak akan bisa dilupakan dan ga akan bisa diubah-ubah adalah notasi intronya, begitu membekas di kalbu. Detingan piano yang diiringi gitar begitu memukau hati saat pertama kali mendengarnya. Jangan lupa juga petikan gitar yang memainkan notasi kunci di bagian reff, sangat tak bisa diganti oleh notasi apapun! Kalo ga percaya, coba deh dibandingkan dengan versi barunya yg dinyanyiin sama Kahitna sekitar tahun 2010 kali ya, walopun dimainkan dan diaransemen langsung oleh sang pencipta lagu sekaligus frontman nya langsung tetap tidak bisa sesyahdu versi Chrisye. (Memang sih lagu itu jadi terkesan Kahitna banget ya tapi sulit untuk bisa mengganti kedudukan terpenting yang dicapai oleh versi Chrisye, ya semoga aja sih memang Kahitna ga punya niat untuk membuatnya sejajar namun lebih untuk sekedar memperpanjang list lagu yang dimasukkan ke dalam album Lebih Dari Sekedar Cantik). Bagai belum kehabisan amunisi, overtone dari kunci dasar di G menjadi A dengan alunan backing vocal wanita begitu menyiratkan komitmen sang pria yang dengan sepenuh hati akan memperjuangkan cintanya. Ah, ini baru lagu yang sempurna!

Begitulah cara saya menikmati lagu, cukup detail demi bisa mengerti apa yang dimaksudkan oleh sang pencipta melalui lagunya. Saya percaya bahwa pencipta lagu yang baik pasti memiliki tujuan tertentu ketika menghasilkan karya – tidak sekedar komersial semata, ada nuansa idealis yang ingin dibagikannya kepada kita semua, para pendengar. Lagu “Untukku” begitu tepat menggambarkan semua hal mengenai cinta, romantisme, ada nuansa galau namun berbalut optimisme dan komitmen tinggi seorang pemuja cinta dalam mencari tambatan hatinya. Luar biasa.
Tanpa ada tuntutan dari siapapun saya tiba-tiba saja melakukan “resensi” walau terkesan basi karena udah sekitar 10 tahun lagu ini malang melintang di dunia permusikan dan kemarin saya melihat kembali video Tribute to Chrisye saat Erwin Gutawa memainkan lagu ini secara instrumental dengan orkestra. Luar biasa indah. Membulatkan niat saya untuk meng-covernya dengan sebuah gitar akustik saja sambil bernyanyi. Iya ah, mau bikin rekamannya sekaligus divideoin. Hhhahhhahaa…

Hidup lagu cinta!

Bigbangjoe
#Presiden Front Pembela Tjintah

“… walau ke ujung dunia pasti akan kunanti, meski ke tujuh samudera pasti akan kutunggu, karena kuyakin kau hanya untukku …”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s