Memori Masa Remaja: Nonton Color Me Badd di Tipi Kabel

Beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja ketika sedang memencet-mencet rimot tipi, tetiba saya melihat siaran ulang pertunjukan Color Me Badd dalam ajang Java Soulnation 2012 di salah satu saluran tipi kabel. Semerta-merta saya histeris, sampai hampir menelan garpu yang sedang dipakai untuk makan potongan pepaya yang mengisi penuh baskom aluminium. Merinding disko – itulah yang saya rasakan. Ekspresi berlebihan? Silahkan menganggap demikian namun bagi saya tidak. It was Color Me Badd on the TV screen, yo! The best vocal group in 90’s era! Pay some respect! Hahahahaha…

Ya. Saya sangat suka dengan CMB selain karena lagu mereka enak-enak juga karena koreografi diskonya keren banget, campuran hiphop dan motown, ga lebay kayak boiben jaman sekarang. Saya pertama kali tau CMB pas kelas 2 SMP era film Beverly Hills 90210 lagi jadi perbincangan anak-anak gawul jakarta dan Fire adalah diskotik paling hype di ibu kota. Awalnya sih saya ga suka liat CMB karena sang lead vocal, Brian Abrams yang gaya rambutnya mirip-mirip Vanilla Ice -berjambul gitu – walopun masih tidak mampu menyamai kemancungannya. Tau sendiri saya dulu disebut sebagai Vanilla Ice dari Cempaka Putih yang adalah lokasi menimba ilmu di sebuah SMP Negeri sekaligus tempat saya hampir tiap hari mempertunjukkan kebolehan dalam nge-rap dan disko. Otomatis kehadiran CMB dengan si Brian Abrams-nya membuat eksistensi saya terancam. Makanya saya benci. Ga suka punya saingan. Apalagi lagu pertama yang dijadikan senjata perkenalan oleh mereka berjudul “I Wanna Sex You Up”. Huh, masa anak SMP udah ngomongin sex? Tak bermoral! Hidup Vanilla Ice!!!

Tetapi yang namanya strategi dagang memang berbeda. Mungkin karena tau bahwa ada anak SMP dari Cempaka Putih yang menentang eksistensi mereka, maka CMB meluncurkan single kedua berjudul “All For Love”. Saya terhentak. Hampir saya menabrak pintu kamar gara-gara kaget mendengar lagu yang iramanya enak banget. Demi apa, keterkejutan maha kejut begitu membahana ketika saya melihat siapa penyanyi lagu yang enak itu dalam video klip yang disiarkan RCTI… Color Me Badd, sodara-sodara… Makin mau pingsan rasanya ketika saya melihat koreografi yang mereka lakukan… Hiphop campur motown… Ampun deh… Keren banget gayanya… Seketika saya jadi suka banget…

Itukah yang disebut menjilat ludah sendiri?

Singkat cerita, sejak saat itu saya mendeklarasikan diri menjadi fans beratnya Color Me Badd. Bahkan lagu I Wanna Sex You Up yang tadinya ga saya suka, berakhir menjadi lagu yang selalu saya ulang di walkman. Sebenarnya ada alasan lain juga mengapa saya suka sama CMB, sebab sejak umur 4 tahun saya sudah belajar nyanyi dengan ikutan paduan suara gereja, lalu guru nyanyi saya juga mengajarkan cara nyanyi akapela, membuat saya menyukai harmoni 4 suara yang dibuat CMB. Menurut saya mereka tidak terlalu memusingkan cara nyanyinya, ga terlalu banyak belak-belok nadanya, jadi lagunya masih bisa dinikmati. Hingga suatu saat terdengar kabar bahwa CMB mau manggung di Jakarta. Saat itu saya kelas 2 SMA dan buru-buru lah mengajukan proposal kepada orang tua supaya dibelikan tiketnya. Ternyata orang tua saya – papa tepatnya – lebih hebat lagi strateginya. Dia meneruskan proposal saya itu ke saudaranya yang memang banyak duit dan punya satu anak yang pendiam & tidak punya (banyak) teman. Entah apa lobi yang dilakukan Papa, akhirnya turun lah dana untuk membeli tiket konser itu dengan syarat harus mengajak anaknya yang maha kuper. Maka 4 tiket dibeli dengan perincian 1 untuk saya, 1 untuk almarhum Iyo, 1 untuk anak yang kuper daaaan 1 untuk papa saya sendiri. Ya, papa diamanatkan untuk menjaga kami semua sekaligus menjadi supir yang mengantar dan membawa kami pulang. Hahahahahahahahahaha… Demikianlah, kami berempat berada di Stadion Lebak Bulus untuk menyaksikan aksi memukau CMB.

Sampai saat ini saya masih bisa mengingat bagaimana memukaunya penampilan mereka. Diiringi live music, kualitas suara yang mereka keluarkan sama sekali hebat! Tidak fals walaupun dibarengi dengan koreografi yang pastinya melelahkan. Hebat banget dah… Pasti itu akibat mereka rajin olah raga ya makanya kualitasnya prima banget. Satu persatu lagu dari album perdana mereka + 1 single terbaru mereka (saat itu) digelontorkan semua dengan kualitas kelas internasional mampu membuat saya dan Iyo ikutan bergoyang dan tepok tangan tak henti, saudara saya yang kuper hanya ikut-ikutan lompat kalau kami lompat dan teriak “yeah” jika kami teriak dan papa…hanya senyum-senyum dan mengangguk-angguk. Entah apa yang terlintas dipikirannya.

Dan ingatan manis itulah yang akhirnya membuat saya sedih….

Color Me Badd yang tadinya terdiri dari 4 orang, yaitu Mark Calderon, Brian Abrams, Kevin Thornton dan Sam Waters sekarang hanya tinggal bertiga tanpa kehadiran Sam. Lalu Brian yang terlihat sangat overweight sudah tak mampu menjaga kualitas suaranya, fals disana sini… Tak mampu ikutan disko juga… Tinggal Mark yang walaupun sudah gendut namun masih tetap lincah dan Kevin yang masih tetap bertubuh bugar. Hanya mereka berdua yang lumayan stabil suaranya walaupun sambil disko. Menambah kesedihan adalah karena mereka manggung menggunakan jasa DJ yang berarti menggunakan minus one… Bala bantuan rekaman menjadi harapan terakhir untuk bisa menjaga lagu-lagu hits mereka berjalan dengan lancar. Namun apapun itu, tetap tidak melunturkan sedikitpun rasa hormat saya kepada mereka. Tetap diri ini merinding kala melihat aksi panggung mereka dan ikutan bersenandung saat hits dilantunkan. Bahkan saya masih mengingat setiap belokan lagu mereka.

Akhirnya, setelah sekitar 20 tahun berlalu dari pertama kali mereka konser di Lebak Bulus saya bisa melihat lagi aksi CMB walau dengan tampilan yang sudah berbeda… Namun tak mengapa, cukup menjadi pengobat rindu untuk mendengar musik dan penyanyi berkualitas menghibur diri, bukan musik dan rap-rap sampah ga jelas macam pitbull, lady gaga, rihana, usher, dengan musik disko bertempo monoton dan teriak-teriak ga jelas tujuannya yang sayangnya menjadi trend di era ini. Saya tetap respect dengan Color Me Badd walau sudah tidak secemerlang era 90an. Long Live Color Me Badd.

Sebagai bukti betapa saya sangat respect sama Color Me Badd, saya sertakan link ke YouTube yang berisi rekaman saya (audio only) yang menyanyikan lagu All For Love dalam 4 suara. Perlu diperhatikan, bahwa keempat vokal-nya benar-benar merupakan suara saya dan semua musik yang terdengar pun saya yang mainkan dengan menggunakan software GarageBand for iPad (well, itulah gunanya punya gadget – bukan cuma buat main game atau nampang dan ditenteng kesana-kemari…). Pasti jauh banget lah dengan kualitas rekamannya CMB tapi saya cukup bangga dengan hal ini, semoga suatu saat nanti CMB bisa mendengar rekaman saya ini dan menjadi terharu… hahahahahahahaha… Eh iya, saya menggunakan moniker The Hexagram ya untuk proyek narsis ini. :-p

Long Live Real Music!

Bigbangjoe

Presiden Front Pembela Tjintah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s