Kembali Diet

Bencana adalah ketika celana hitam kesayangan terasa menyempit di bagian pinggang dan paha! Lebay menurut kalian? Silahkan aja, tapi itu adalah fakta nyata yang membuat saya begitu kalut. Mengapa? Karena celana hitam yang saya miliki ada 6 helai dengan merk dan ukuran yang sama. Itulah celana yang saya gunakan hampir setiap hari secara bergantian saat mencari nafkah atau sekedar ngecenk di tempat-tempat yang hip. Berlebihan kah jika saya sebut bencana jika akhirnya 1 celana terasa sempit maka itu berarti akan berlaku sama buat 5 lainnya? Berlebihankah jika saya mengatakan bahwa itu akan menjadi bencana bagi saya yang bisa saja mengalami rasa tertekan karena kesempitan minimal 10 jam setiap hari? Sementara anggaran untuk beli celana baru sudah dihabiskan untuk beli seperangkat alat musik…

Ah…

*mengeluh*

*menghela nafas*

Tidak bisa dihindari, diet ketat harus kembali dilaksanakan. Diet yang sebelumnya mampu menurunkan berat badan sampai 8kg dan menyusutkan ukuran celana dari 36 menjadi 34 lalu 32, sampai akhirnya kembali tergoda oleh kenikmatan menu sajian di rumah makan kenanga dan lapo-lapo ternama, serta cheese stick yang terbungkus di dalam toples transparan yang tertata rapih di display supermarket ternama di depan komplek rumah saya. Yang terlebih hebat lagi adalah godaan menu nasi padang dengan ayam yang digoreng berselimut telor beserta kikil dan otak sebagai lauk pelengkapnya yang sering saya konsumsi di atas jam 7 malam. Merekalah penyebab naiknya lagi berat badan sebanyak 2 kg, membuncitnya perut yang mendesak kancing celana dan lipatan-lipatan pertanda kesempitan di bagian pacha. Sungguh tidak sopan.

Maka bagaikan Rambo yang kembali ke medan perang, saya mengambil ikat pinggang untuk mengelabui otak yang mensugesti besarnya kapasitas perut, mengambil ikat kepala untuk menutup mata dari segala godaan makanan dan cemilan yang tercinta lalu kembali ke jalan yang benar: Hardcore Diet! Kembali mengonsumsi buah-buahan dan sayuran dalam porsi yang lebih banyak dan yang terpenting adalah: mengurangi bahkan sama sekali tidak makan nasi saat malam hari! Mengurangi makan babi baik di tempat nasi campur maupun lapo, mengurangi makanan berkolesterol tinggi macam kikil, babat dan kawan-kawannya. Saya menyatakan perang terhadap lemak yang kembali memenuhi lingkar pinggang dan paha. Yang bener aja masa sih saya harus beli celana baru lagi? Saya kan mau beli iPad Mini!

Doakan saya ya teman-teman. Kalian suka kan kalo punya teman yang terlihat gimanaaaaaaaa gitu?

*preeet berjamaah*

Salam hangat dari saya yang lagi siap-siap mau jalan di catwalk,

Bigbangjoe

Presiden Front Pembela Tjintah

PS: sempat diri ini kuatir karena sebagai pria ambon yang 50%-nya berdarah batak, sebanyak apapun makannya belumlah bisa disebut makan jika belum mengonsumsi nasi. tetapi jika aku berpikir kembali, oma aku kan benar-benar beradarah belanda jadi aku pasti bisa jika tidak makan nasi, orang belanda kan biasanya makan roti aja ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s