Selamat Menempuh UN

Disinyalir hari ini, Senin 16 April 2012 adalah hari Ujian Nasional (UN) bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Konon katanya, makin lama tingkat kengerian dalam menghadapi UN makin tinggi, seiring dengan sering terjadi ironisasi (halah…) yang blo’on bisa lulus dengan gemilang sedangkan yang cemerlang malah berderai air mata saat pulang… Gagal… Mengapa?

Nyontek adalah salah satu kegiatan paling seru dan paling menegangkan yang pernah tercipta di dunia ini. Betapa adrenalin begitu terpacu dan semerta-merta bisa membuat para peserta nyontek menjadi orang yang maha kreatip dan pemberani. Tissue, lipatan rok, coretan di meja, botol tip-ex yg sudah kosong, kertas fotokopi dengan ukuran mikroskopik, bahasa sandi, jam kalkulator, dlsb adalah saksi bisu betapa otak saat kepepet bisa menjadi demikian brilian. Diperlukan juga keberanian yang dobel saat dengan “sedikit” paksaan meminta teman yang pintar (dan agak “penakut) untuk memberikan jawaban – dengan mata mengawasi gerak-gerik pengawas yang seharusnya mengawasi setiap peserta ujian. Koq malah gantian ya…

Budaya nyontek TIDAK AKAN pernah bisa punah, kecuali kiamat tiba dan semua manusia telah mati dan ditempatkan di sorga atau neraka. Eksistensi kecurangan berbanding lurus dengan eksistensi dunia fana. Ditambah lagi sekarang yang ikutan “mendukung” kecurangan malah bertambah, kalo dulu contek-menyontek adalah urusan peserta ujian, sekarang malah juga menjadi urusan orang tua yang mungkin sudah putus asa dan ga percaya akan kemampuan buah hati-nya sendiri. Merekalah oknum pelestari budaya Joki Ujian. Merekalah oknum pelestari bocornya soal ujian. Saya menuduh? Memang! Kenapa? Karena untuk menggunakan jasa joki dan membeli bocoran soal (juga jawaban) dibutuhkan uang yang lumayan besar, nah masa iya sih anak sekolah yang belum bekerja punya duit sebanyak ituh? Entah lah kalo emang ortu-nya setiap hari kasih uang jajan Rp. 1 juta, terus dipake jajan Rp. 500 ribu dan sisanya ditabung buat masa depan – beli jasa joki dan bocoran.

Meningkatnya budaya mencontek berbanding terbalik dengan menurunnya budaya malu. Lulus sih lulus, tapi pas masuk universitas ato pas masuk dunia kerja malah ga ngerti apa-apa. Mengapa? Karena dasarnya ga kuat, isi otaknya hanya nyontek, shortcut. Mana bisaaaaaa, Boi!

Pintar adalah proses. Sukses adalah proses. Proses adalah tahapan. Tahapan adalah jangka waktu sekian lama. Jangka waktu sekian lama adalah usaha. Bukan instan.
Nyontek juga “usaha”, tapi instan kan? Makanya yang nyantel di otak juga bersifat instan. Abis ngerjain soal langsung lupa deh ilmunya. Lalu mau bersaing dengan mereka yang memang rajin belajar? Silahkan bermimpi. Nyontek memang “usaha”, namun usaha yang tidak disukai oleh Tuhan. Nah, kalo Sang Empunya Ilmu Pengetahuan aja udah ga suka dengan budaya nyontek masa iya sih DIA mau membuat para pencontek jadi orang sukses? Well, bisa aja sih, tapi bisa dipastikan itu adalah manipulasi syaiton terkutuk yang emang suka niru-niru Tuhan. Gitu deh…

Memang, terkadang menjadi satu lingkaran setan kala mau jujur eeeeeh kecurangan justru “dilegal”kan. Rasanya tidak adil jika yang berotak cemerlang justru gagal sementara yang blo’on dan doyan nyontek malah berhasil. Saya sendiri tidak bisa memberi pandangan lain karena apapun itu, sukses maupun gagal berada dalam kehendak dan kedaulatan Yang Maha Kuasa. Namun saya yakin bahwa DIA tidak pernah menutup mata atas mereka yang mau belajar dan berusaha keras. Saya yakin itu.

So, buat teman-teman yang mau ikut ujian nasional, internasional, interlokal atau SLJJ saya mau mengucapkan: Selamat Berjuang! Ga perlu takut kalo memang kalian sudah belajar dengan maksimal. Berdoa serahkan kepada Yang Maha Kuasa untuk diberi kekuatan dan ketabahan dalam menjalani proses ujian sampai dengan menerima hasilnya. God Bless You All, people!

Yang Dulunya Jago Nyontek Tapi Udah Tobat,

Bigbangjoe
#President Front Pembela Cintah

epilogue:
“Abang, kamu pasti dulunya suka nyontek ya waktu sekolah…”
“Koq tau?”
“Soalnya isi hati Abang sama persis dengan isi hati aye…”
“Maksud Eneng?”
“Mmmm… Eneng juga cinta sama Abang…”

*kemudian berbunga-bunga*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s