RUSUH!!!

Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM berujung rusuh. Siapakah yang paling gencar melakukan aksi penolakan ini? Kemarin-kemarin sempat ada pergerakan rakyat (awam) namun akhir-akhir ini yang terlihat lebih “beringas” adalah para mahasiswa dengan berujung pada tindakan anarkis. Mahasiswa yang adalah kalangan maha terpelajar dan yang seharusnya menjadi calon pemimpin bangsa malah terjebak dalam letupan emosi memendeknya cara berpikir dan penyia-nyiaan logika dan rasio. Perusakan, pembakaran hanya berakibat efek buruk yang merugikan masyarakat. Akhirnya mahasiswa dicerca, dihina, dikutuk. Mengecewakan.

Tapi, jika ditanyakan kepada saya, tidak sedikitpun saya membenci mahasiswa “bodoh” tersebut. Kesal, ya. Bukan karena mereka memalukan almamater – saya tidak pernah bangga dengan almamater. Tidak seperti tweet seseorang yang mengatakan “Salemba rusuh. Berjuang demi rakyat,itu niat mulia. Tp kl ada mahasiswa ‘Jaket Kuning’ ikut bikin rusuh..malu2in Almamater!!!“. Apakah itu berarti kalo selain “Jaket Kuning” maka ga masalah bikin rusuh? Karena ga akan malu-maluin almamaternya yang terhormat? Gitu? Picik.

Saya kesal dengan “kebodohan” mahasiswa karena seperti tidak memperhitungkan akibat yang ditimbulkan kerusuhan atas prakarsa mereka. Alih-alih berjuang membantu rakyat tapi koq jadi merugikan rakyat, terjadi pembakaran, perkelahian, bikin suasana mencekam. Itu yang bikin saya kesal. Namun tetap di balik kata “bodoh”nya mahasiswa tetap saya berusaha untuk melihat ada hal mendasar yang mengakibatkan terjadi semua kerusuhan ini: MATINYA NURANI.

Negara akan tertib dan aman dengan adanya peraturan dan hukum yang jelas serta pemerintah yang tegas dan mampu menjadi teladan. Oposisi pasti ada – namanya juga perebutan kekuasaan pasti ada aja kaum yang ga puas, namun semua kembali pada tujuan yang sama: membangun negara dengan memperhatikan kepentingan rakyat. Bagaimana memperhatikan kepentingan rakyat? Dengan cara mendengar aspirasi mereka. Bekerja secara transparan dan siap menerima saran dan kritik yang membangun. Hubungan yang harmonis karena pemerintah pun berasal dari rakyat, seharusnya terjadi hubungan simbiosis mutualis.

Yang terjadi di negara ini: KORUPSI MEMBABI BUTA. Hukum menjadi komedi. Penjara menjadi villa ternyaman selama beberapa tahun dan akan dipotong lagi karena berkelakuan baik atau memperingati hari kemerdekaan dan lain-lain. Nampaknya koruptor tidak akan merasa rugi baik mau hidup bebas atau dipenjara, sama-sama nyaman koq. Hal itu terdemonstrasi dengan jelas melalui siaran televisi, dunia maya dan macam-macam sumber informasi lainnya yang semakin mudah untuk diperoleh dan bisa dinikmati segala kalangan dari yang amat sangat pintar sampai yang amat sangat kurang pintar. RAKYAT DIBOHONGI. SEMUA HANYA WACANA.

Lalu apakah salah ketika aspirasi dihambat, hak bicara dikekang, maka kekerasan bertindak? Ya, agama memang mengajar kita untuk menjadi orang yang bersabar dan penuh kasih, namun kemarahan adalah hal manusiawi selama kita belum dipanggil YME untuk menjadi penghuni sorga atau neraka. Segala kemuakan telah terakumulasi dengan sempurna. Hanya butuh saat yang tepat maka meledaklah semua. Isu kenaikan BBM menjadi saat yang paling tepat untuk menunjukkan ketidakpuasan atas kinerja mereka yang duduk di tampuk pemerintahan. Ditambah lagi dengan diperkuatnya alasan bahwa dalam perhitungan tertentu seharusnya kebocoran APBN tidak perlu terjadi dan subsidi tidak perlu dihapuskan. Oke, ada juga yang bilang rakyat Indonesia terlalu manja – keenakan dengan menggunakan bensin bersubsidi. Masalah terbesar adalah jika subsidi BBM dihapus apakah semerta-merta uang yang tersedia bisa digunakan dengan jauh lebih maksimal untuk pendidikan, kesehatan dan perbaikan ekonomi lainnya? Hampir bisa dipastikan tidak, bukan?

Maka kita semua marah. Rakyat awam marah. Mahasiswa marah. Sayang sekali mahasiswa mudah tersulut emosinya hingga melakukan tindakan di luar batas. Sayang sekali.

Tapi apapun itu, apakah kita layak mengutuk tindakan mereka?

Baru saja dapat informasi via televisi bahwa akhirnya partai golkar turut mencabut dukungannya atas kenaikan harga BBM, tinggal menunggu PKS saja. Jika PKS pun mencabut dukungannya, maka kemungkinan harga BBM tidak jadi dinaikkan. Saya pikir ada juga andil dari gerakan “rusuh mahasiswa bodoh” yang membuat gerah para pendukung kenaikan harga BBM. Luar biasa kan?

Janganlah kita terlalu memojokkan mahasiswa. Walau bagaimana pun kita hanyalah orang-orang yang duduk di belakang meja kerja yang diam-diam akan menikmati hasilnya jika BBM batal dinaikan.

 

Salam hangat,

Bigbangjoe

Presiden Front Pembela Cintah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s