Vote for DKI 1?

Bukan sekedar ikutan euphoria berita mengenai kampanye para calon Gubernur berserta wakilnya untuk DKI Jakarta, namun ada sedikit kekuatiran yang tidak bisa tidak cukup mengganggu pikiran awam namun ekstrim saya. Begini masalahnya:

Kita semua khususnya yang warga DKI Jakarta udah tau deh betapa kota metropolitan ini telah berjalan dalam kerusakan dan keterpurukan dalam – paling tidak – 10 tahun terakhir ini, di mana bukti dari keterpurukan dan kebobrokan itu adalah terjadinya kemacetan lalu lintas yang semakin parah, rusaknya jalan di banyak daerah namun tidak kunjung diperbaiki bahkan pernah beberapa kali memakan korban pengendara sepeda motor yang terpental akibat adanya lubang besar menganga di jalan protokol (yang seharusnya halus, tanpa lubang atau gundukan apapun), banjir yang langsung menggila ketika hujan deras turun bahkan dalam hitungan tidak sampai 30 menit dan lain sebagainya. Itulah kondisi Jakarta yang semakin lama tidak terlihat semakin baik.

Dan katanya kondisi (yang tadinya belum) separah itu sempat dijanjikan akan tertanggulangi dengan adanya campur tangan dari Sang Ahli yang – notabene – insinyur jebolan universitas luar negeri, entah di mana. Bisa aja di Zimbabwe, tokh sama-sama luar negeri kan? Segala gembar-gembor omong besar janji palsu adalah kenyataan yang terealisasi dan menjadi bahan cekokan buat warga Jakarta. Sang Gubernur yang sebentar lagi habis masa jabatannya malah marah-marah waktu ditanya mengenai masalah banjir. Tersinggung waktu ditanya tentang mengapa wajahnya muncul di baliho segede gaban saat KTT berlangsung. Ngomongnya pun macam preman. Entahlah, koq yang kayak gitu bisa terpilih ya… Saya sih emang ga memilih dia.

Kondisi bobrok itulah yang menjadi tantangan bagi para calon DKI 1. Masalahnya cukup kompleks dan saya yakin akan memakan waktu cukup namun pasti terpecahkan jika sang gubernur memang bekerja dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga. Dua hal terakhir itulah yang tidak saya temukan di dalam kinerja gubernur yang menjabat sekarang. Tidak ada hasil yang mendukung bukti bahwa dia telah bekerja keras. Sama sekali tidak ada. Paling tidak dari cara pandang saya.

Yang menjadi kekuatiran saya adalah bahwa di antara calon DKI 1 ada satu nama yang cukup ngetop akhir-akhir ini yaitu Jokowi. Ga tau siapa itu Jokowi? Silahkan cari di google ya. Jokowi telah menjadi sosok idola banyak orang karena dia memang terbukti berprestasi dalam pembangunan daerah di mana dia berdomisili sebenarnya. Kebijakan yang diambil terbukti berpihak pada masyarakat. Tak ayal dia begitu dicinta. Ditambah lagi bahwa Jokowi adalah seorang pencinta musik beraliran keras yang memberi ijin pelaksanaan pagelaran metal berskala internasional di Solo dan rela datang untuk nonton sendiri, memakai baju Lamb of God dan tanpa didampingi ajudan. Tak ayal dia menjadi idola anak muda (seperti saya). Jokowi mempunyai nama yang cukup harum di sana.

Namun ketika mendengar isu bahwa Jokowi dicalonkan untuk menjadi DKI 1 saya langsung berkata (dalam hati): Jangan Mau! Jangan sampai Jokowi menduduki jabatan menjadi DKI 1. Mengapa?

Begitu kompleksnya masalah di Jakarta membuat tantangan yang ada begitu berat untuk diselesaikan. Apakah seorang Jokowi yang – harus diakui – telah populer atas keberhasilan memajukan daerah asalnya mampu memberi dan menjadi solusi bagi DKI? Apakah Jokowi mampu menjalankan semua janji dan komitmen yang tak lama lagi akan digembar-gemborkan dalam kampanye? Hey, bukannya saya tidak suka sama Jokowi ya. Saya sangat suka. Suka ketika membaca betapa dia begitu mencintai dan mau berkorban membela kepentingan warga. Tipe pemimpin seperti itulah yang dibutuhkan oleh warga DKI. Namun itu adalah Jokowi di daerah asalnya, bukan di Jakarta yang mungkin baru diketahui segala lika-liku ruwetnya via media, bukan secara langsung dan intensif. Apakah Jokowi yang sama akan mampu memberikan dan melakukan hal yang sama di DKI dengan kultur masyarakat yang sudah sangat berbeda, bahkan brutal (terbukti dari banyaknya pelanggaran lalu lintas baik oleh warga sipil bahkan kaum regulator)?

Saya takut jika ternyata Jokowi gagal, maka namanya akan sama seperti representatif tertinggi negara ini, sang presiden, yang dulu begitu memukau pemirsa kampanye baik langsung maupun via media, turun pamor dan berakhir pada usaha pencitraan. Sakit hati banget kan?

Memang, segala sesuatunya harus diawali dengan pikiran positif, hati yang terbuka dan percaya bahwa segala sesuatu yang diupayakan akan membawa hasil yang baik. Saya setuju. Namun secara pribadi saya sudah muak dengan kegagalan para pemimpin untuk membuktikan janji-janji kampanye yang digembar-gemborkan saat cari suara. Hal itu membuat saya tumbuh menjadi seorang yang anti pemerintah, tidak percaya dan selalu berpikiran negatif – ngapain mau jadi pejabat? Biar bisa korupsi. Apakah saya salah? Bukankah itu faktanya? Atau bisa dibilang sebagai rahasia umum?

Sekali lagi, saya sangat setuju Jokowi menjabat DKI 1 karena Jakarta membutuhkan pemimpin yang seperti dia, mau berkorban. Tapi saya sangat kuatir kalau akhirnya harapan itu harus kandas di tengah perjalanan karena – akhirnya – harus menyerah pada kebobrokan sistem yang berlaku dan harus mau kompromi jika mau selamat. Oh, Pak Jokowi, amit-amit sekali ya kalau sampai hal itu terjadi. Lebih baik Bapak tidak usah mencalonkan diri dan memilih untuk tetap tinggal di daerah asal dan menjadi pemimpin yang baik, bersahaja dan metal di sana…

Jakarta (bahkan Indonesia) memerlukan pemimpin yang berani mati. Bukan pemimpin yang sibuk urus rambut klimis belah pinggir atau kumis tebal yang terlihat seperti horden di kaca gerobak sate. Buktikanlah bahwa Pak Jokowi adalah seorang pemimpin yag berjiwa metal alias cadas, yang tidak takut pada godaan kompromisasi (apaaaaa lagi itu…) terlebih – amit-amit deh ya – korupsi yang terkutuk. Juga saya mendukung Pak Jokowi karena pakai kemeja kotak-kotak seperti yang sering saya pakai. Jadi jika Bapak berpikir membutuhkan staf ahli buat pengadaan pagelaran metal di Jakarta, jangan ragu-ragu untuk menghubungi saya. Banyak teman saya yang main musiknya jago banget, ga kalah deh sama Lamb of God. Hehehehe….

Maju terus Pak Jokowi. Jadilah DKI 1 dan buatlah kami, warga Jakarta, bangga memiliki pemimpin seperti engkau. Buktikanlah setiap janji kampanyemu dengan usaha keras karena, percayalah, warga Jakarta akan mendukung pemimpin yang memperhatikan rakyatnya.

Salam Metal. \m/ \m/

PeloekTjioemSemoanjah

Bigbangjoe
Presiden Front Pembela Cintah

doa: semoga Pak Jokowi membaca tulisan ini yah, apalagi yang nulis kan Presiden Front Pembela Cintah, sama-sama pejabat juga kan? Cukup setara lah ya kedudukannya di mata hukum dan agama… 

Advertisements

2 thoughts on “Vote for DKI 1?

  1. jangan apatis bro jokowi bukan dewa bisa langsung nyelesain masalah, yang terpenting kasih kesempatan gimana mau bekarya kalau orang yang berhasil tidak di beri kesempatan. saya cuma berharap ABPD DKI transparan dulu saja itu yang penting biar masyakarat tau untuk apa saja APBD DKI dimanfaatkan.

    1. Bukan apatis sih, justru saya menaruh harapan penuh pada jokowi supaya beliau bisa membenahi kota yang sudah sangat semrawut ini. Tapi masalahnya adalah kesemrawutan itu memang “disengaja” justru oleh pihak-pihak yang berkuasa dan kuncinya hanya ada di “uang pelicin”. Yang saya harap sih Jokowi benar-benar bisa menjadi pemimpin yang berani mati demi rakyatnya. Jika berhasil menjalankan program-programnya dan membenahi kota representatif negara ini, bukan tidak mungkin Jokowi dicalonkan (dan akan terpilih) menjadi Presiden RI.
      100% saya mendukung Jokowi namun 150% saya akan menjadi sangat kecewa jika ternyata tidak lebih baik dari yang masih menjabat sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s