Ironi

Kelam
Adalah kebalikan suasana hati
yang pernah ceria, benderang
saat gelap tak berarti muram
Kepulan asap terlihat hitam karena ada putih temaram

Janji adalah rangkaian kata
Menjelma dalam rangkaian cerita
Kau bertanya dengan begitu sering
pada hati yang selalu memberi jawab nan kering
Hiburlah dia yang melayang dalam ketidakpastian
Hiburlah dia yang tenggelam dalam luka hati ribuan malam
Usirlah sang kelam
dengan manisnya suara yang keluar
bukan dari bibir, namun dari hati yang terdalam
Hati yang menyimpan ribuan dendam
seiring terhitungnya ribuan malam

Percayalah
Bahwa di balik kelam akan kau temukan
kilas sinar, sejenak, sekejap, sekelebat
memberi terang dalam gelapnya langkah
Tangkaplah
Pegang erat
Sekelebat niscaya menjadi pancaran
Menyatu memberi harap
yang kerap kau nanti kedatangannya

Kumpulkan semua yang sepintas itu
Simpan dalam benakmu
sampai saatnya tiba
untuk menghitung betapa banyaknya
pecahan cahaya terkumpul
yang berjanji akan menerangimu
kala kekelaman datang tanpa bisa disangkal

Ironis
Ketika kenyataan yang terlihat adalah
justru cahaya itu yang dihindari
Bersembunyi di balik gelap
Entah apakah ada niat untuk melihat
walau hanya sekejap
Kau yang dulu bertanya juga menjawab
Aku yang dulu bertanya juga menjawab
Kita yang dulu bersama menangkap kelebatan cahaya dan menyimpannya
Sekarang berbeda arah
Saling membelakangi
Saling memungkiri

Kita yang dulu selalu sejalan dan merindukan semua tanya jawab sekarang menempuh jalan setapak masing-masing

Tak bicara

Apakah kenangan itu masih ada?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s