14 Februari

Katanya hari ini adalah hari Valentine, saat kasih sayang benar-benar dirayakan. Ada yang merayakannya secara sepesial berduaan dengan pasangannya, entah suami/istri, kekasih, calon kekasih (a.k.a gebetan) atau dengan mantan kekasih yang sama-sama masih jomblo. Ada juga yang sama selingkuhannya.Semua syah-syah aja asal tetap dalam batas supaya yang dikhawatirkan oleh sekelompok penganut garis keras dan anti “budaya kebarat-baratan” yang sering disebut kaum kafir itu memang tidak terbukti. Ah, saya rasa mah disemua agama/paham hal yang diluar batas memang ditentang koq, baik agama/paham yang dianut di negara ini maupun yang di luar negeri sana. Semua sama, berusaha menjunjung tinggi cinta, kasih sayang dan menjadi saluran berkat bagi sesama demi terciptanya dunia yang lebih indah *melengking maykel jeksen*.

Ada juga yang merayakannya bersama keluarga saja. Makan bareng di restoran, nonton bareng di bioskop atau sekedar kumpul-kumpul di rumah aja, ngobrolin segala hal yang biasanya agak sulit untuk dilakukan akibat kesibukan sehari-hari, kena jebakan macet, pergi pagi pulang malem dan berbagai kegiatan menyita waktu lainnya. Katanya sih yang pada hari Valentine ini merayakannya bersama keluarga itu merupakan indikasi seorang jomblo. Ga punya pasangan membuatnya mencari akal untuk mengusir kegalauan yang melanda, terlebih saat melihat foto profil BBM teman-teman yang mendadak menampilkan dirinya bersama pasangan, bombardir kata-kata cinta via twitter atau efbi, foto bingkisan coklat atau boneka yang semakin memperkeruh suasana, berharap ada yang ngasih (bagi yg cewex) juga berharap ada tujuan untuk mengasih (bagi yg cowox). Maka keluarga adalah pelarian yang tepat! Eh, tenang aja, hal seperti itu tetep syah koq, cuma ya sayang aja yah kalo keluarga cuma dijadikan bemper… Heheheheheehe…

Yang seru ada juga yang memilih untuk berkumpul dan merayakan valentine barengan dengan teman-teman. Nyampur aja, ada yang udah berpasangan ada juga yang masih jomblo. Ada yang lagi kasmaran ada juga yang lagi patah hati. Ada yang memberi penghiburan ada juga yang mencari penghiburan. Yes, valentine itu bukan semata hari milik mereka yang berpasangan namun juga buat mereka yang sedang mencari tambatan jiwa. Bagi yang sedang terbakar asmara, warna pink adalah api yang menyala di dalam jiwa. Bagi yang sedang patah hati, warna pink adalah elemen pembangkit emosi. Bagi yang lempeng-lempeng aja, warna pink hanyalah sebuah warna, ga ngaruh.

Pada suatu masa, ada seorang cowok remaja berkulit hitam bergigi putih karena rajin disikat, berkemeja putih dengan celana panjang abu-abu penuh coretan, jalan bareng temannya yang juga seorang cowok menuju sebuah toko buku demi mencari kartu valentine yang sekiranya ingin dipersembahkan buat gebetannya. Bertanya kepada teman-teman se-gank-nya, katanya merk kartu yang paling bagus itu adalah hallmark tapi cukup mahal harganya. Maka cowok itu menabung selama berminggu-minggu demi bisa membeli kartu valentine merk hallmark yang dengan kisaran harga Rp. 8.000 – Rp. 10.000. Harga yang cukup material jika dibandingkan dengan berapa porsi ketoprak kantin yang dapat mengenyangkan perutnya. Tetapi jatuh cinta memang membuat seorang lupa daratan. Ngeliat wajah pujaannya mondar-mandir di depan koridor kelas aja udah bikin perut terasa kenyang buat seminggu. Maka menabung uang jajan adalah perbuatan yang amat mudah, atas nama cinta.

Bolak-balik di counter kartu ucapan dengan dominasi warna pink dan hiasan bentuk hati, cowok remaja itu bingung mencari kata-kata indah yang dapat merepresentasikan perasaan sekaligus sifatnya yang urakan. Agak sulit karena kebanyakan kata-kata yang tertulis itu mengumbar romantis, puitis dan berbahasa inggris. Waktu terus berjalan, sudah lebih dari setengah jam dia memilih namun tiada yang sesuai di hati. Sementara temannya sudah berhasil mendapatkan kartu juga bingkisan, berupa kotak musik berwarna merah. Luar biasa.

Tiba-tiba timbul lah suatu ide membuat sendiri kartu ucapan untuk mengakomodir semua keinginan dan kata yang ingin diungkap namun tak terucap. Maka bergeraklah cowok remaja itu ke counter alat tulis untuk membeli beberapa macam kertas, perekat dan spidol warna-warni. Ternyata total belanjanya tidaklah melebihi batas bawah harga kartu hallmark, betapa bahagia! Dengan sedikit lompat genit dia melangkahkan kaki pulang untuk segera mengerjakan kartu ucapannya. Tenggat waktunya adalah 2 hari lagi. Setibanya di rumah, dia berusaha untuk tidak terlalu menyolok saat membuat kartu karena resiko untuk diledekin sama adik semata wayangnya besar banget. Dia sangat tidak ingin jika predikat Pria Matjho Penggemar Musik Cadas Suka Ikut Tawuran jadi luntur akibat kepergok bercengkrama dengan kertas warna pink… Maka sebagian dari prakarya yang belum diselesaikan di rumah dibawanya ke sekolah. Minjam ruang sekret kerohanian yang biasanya sepi, dimulailah kegiatan prakaryanya dengan cepat dan cermat. Tenggat waktu adalah sore itu juga karena besoknya sudah valentine dan ga mungkin lagi meneruskan prakaryanya di rumah. Tuhan memang bersama orang yang suka bekerja keras, kartu valentine itu selesai! Tinggal menuliskan kata-katanya saja. Mencari lirik lagu adalah jalan keluar yang sempurna. Dimodifikasi sedikit maka terciptalah kalimat cinta penuh rayu dengan nuansa urakan yang rasanya cukup merepresentasikan dirinya. Kepepet memang bisa membuat orang mendadak brilian!

Tibalah saatnya kartu valentine untuk diberikan.

Cowok remaja itu mendatangi rumah sang pujaan hati yang pagarnya tertutup rapat. Dipanggil berkali-kali tiada jua yang keluar sampai akhirnya terdengar suara batuk, seorang pria yang kemudian muncul sambil membawa alat pijit. Dialah sang pemilik rumah dan sedikit mengiterograsi si cowok remaja sebelum akhirnya diperkenankan untuk bertemu dengan pujaan hatinya.

Dalam balutan kaos dan celana pendek, sang pujaan hati keluar dari dalam, agak kaget, langsung bertanya ada keperluan apa. Cowok remaja segera memberikan sebuah bingkisan berisi gelas dan sehelai kartu valentine kebanggan buatan sendiri. Sang pujaan hati bengong tapi mengucap terima kasih juga.
“Ini apa?”
“Hadiah valentine buat lo”
“Oooo, kenapa buat gue?”
“Ya karena gue suka sama lo”
“Ooooo… Ini gelas ya?”
“Iya”
“Kenapa kasih gelas?”
“Untuk menampung perasaan suka gue ke lo”
“Lalu?”
“Ya gitu aja deh…”
Maka pulanglah cowok remaja itu. Hati berbunga-bunga penuh harap walau ada keyakinan akan ditolak.

Yap. Dia ditolak dengan sukses.

Hari berganti hari, musim demi musim, masa demi masa. Cowok remaja itu makannya banyak dan akhirnya tumbuh besar menjadi seorang pria yang menemukan jati diri sebagai Pria Matjho Yang Romantis Penggemar Musik Cadas Udah Ga Ikut Tawuran Dan Suka Banget Menulis.
Pria Matjho itu sudah memiliki pasangan hidup yang berhasil dicuri hatinya melalui kiriman puisi-puisi baik lewat tulisan tangan maupun surat elektronik.

Di hari valentine ini, Sang Pria Matjho tersenyum-senyum membaca kicauan teman-temannya di ranah media sosial digital yang menertawakan kegalauan, kesendirian karena telah melewati hitungan mundur menjelang valentine tetap dengan status “Sendiri”…

Happy Valentine.
Selamat Hari Kasih Sayang.

Bigbangjoe

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s