“Berhala” Jatuh Hati

Ketika jatuh hati, banyak hal yang rasanya syah aja jika dihubung-hubungkan dengan sang pujaan. Sedikit contoh, seorang penyanyi era 90-an bernama Harga Rick a.k.a Rick Price pernah mempunyai satu lagu bernuansa ballad yang nge-hits banget berjudul “If You Were My Baby”. Lagu yang sempat jadi anthem para pria yang baru belajar gitar saat SMA, rasanya bangga banget kalo bisa main gitar yang pake teknik dicabik gitu di depan sang pujaan. Kalo pun ga kesampean nyanyi di depan maka hati sudah diniatkan untuk nyamperin rumahnya, mencari lokasi kamarnya untuk kemudian bernyanyi dengan suara agak kencang di bawah jendelanya. Sungguh, itu adalah salah satu pengaruh buruk dari kebanyakan nonton pilm romantis holiwut ditambah hobi baca komik superman. Bayangkan jika tetangganya pada marah, yang ada bukannya mendapatkan seutas senyum simpul dari wajah cantik yang terlihat dari jendela namun siraman air bekas cucian beras yang mengguyur tubuh. Tragedi.

Serunya lagi, lagu itu pun sebelumnya sudah dipersiapkan dengan sedikit mengganti kata di dalamnya, sedikit saja, ga bisa banyak-banyak akibat ga mampu karena lagunya pake bahasa inggris. Namun penggantian kata yang dilakukan itu cukup megang lah walopun hanya sepotong. “If You Were My Baby” diganti dengan “If You Were My Debby”. Yak! Namanya adalah Debby. Cukup hebat kan? Rima-nya pun masih tetap terjaga dan langsung menohok hati yang mendengarnya. Lagu itu menjadi senjata ampuh untuk secara langsung menyampaikan isi hati terdalam, langsung kepada orangnya. Cukup jenius kan? Dibayangkannya wajah sang pujaan bersemu, senyum manis mengembang dan tatapan mata hangat seakan ingin berkata “terima kasih”. Luar binasa!

Lalu ada yang tidak pernah hilang dari kebiasaan masa kecil. Dulu, waktu mengalami cinta monyet saat masih bercelana pendek saat bersekolah rasanya berbunga-bunga banget kalo buku PR diperiksa oleh sang pujaan sebelum akhirnya diperiksa dan diberi nilai oleh guru. Terdapat tulisan “B: 7. S: 3. P: Pujaan Hati” yang berarti dari 10 soal PR ada 7 jawaban yang Benar dan 3 jawaban yang Salah dengan pemeriksa adalah Pujaan Hati. Widiiiih, bayangkan betapa bahagianya ada nama itu tertulis di dalam buku PR yang ditulis langsung oleh si pujaan hati. Itu adalah prestasi! Hati melayang, kepala bergoyang, pantat ditendang.

Kalo pergi kemana-mana yang diingat adalah wajah sang pujaan hati. Pergi ke mol, ngeliat kilau perhiasan yang tidak secerah kilau wajah sang pujaan hati. Aroma masakan yang dikeluarkan restoran premium tidak mampu mengalihkan pikiran dari wangi sang pujaan hati. Masuk toko buku, membayangkan foto diri bersanding dengan sang pujaan hati ketika melihat bingkai foto yang terpajang di meja jualan. Terpaksa masuk butik (karena nganterin nyokap) ngeliat gaun-gaun indah tergantung di rak pajangan, akan terlihat jauh lebih indah jika tergantung di tubuh sang pujaan hati. Berulang kali melihat bayangan diri sendiri yang terpantul oleh kaca yang berserakan disana-sini, ga bisa mengingat diri sang pujaan hati, soalnya saya gendut dan jelek sedangkan dia proposional dan cantik. Maka segera saya mengalihkan pandangan dari pantulan kaca-kaca itu, yang keliatan adalah sosok satpam yang berdiri di depan toko emas! Malah tambah illfeel. Hiks.

Namun tiada “berhala” yang lebih membahagiakan dibanding dengan meminjamkan Jaket kepada sang pujaan hati saat gerimis berusaha menjadi perusak suasana, seakan ga mengerti bahwa kalian berdua menggunakan kendaraan umum, agak ribet ya karena harus jalan kaki dulu ke tempat bis/angkot ngetem, apalagi ga ada yang bawa payung. Hhhhhhhh. Tetapi untungnya, ada jaket kesayangan yang tersimpan di dalam tas. Jaket hitam dengan hood yang menjadi ciri khas gaya sehari-hari. Jaket itu diberikan kepada si pujaan hati untuk dikenakannya, untuk melindunginya dari gerimis yang mencubit genit dan bisa membuatnya pusing. Hati langsung berbunga-bunga ketika melihatnya mengenakan jaket hitam, dengan ukuran yang amat kebesaran membuat pujaan hati terlihat tenggelam namun sangat kiyut. Saat hood nya dipakai, hati makin berbunga-bunga dan rasa hangat langsung menyelimuti badan meskipun angin dingin berhembus menggigit kulit yang berbulu tidak sedikit. Ah, betapa bangganya. Jaket itu adalah representasi saya, ukurannya adalah sebesar saya, berharap si pujaan hati dapat mendapatkan kehangatan di dalamnya, sehangat saat saya memeluk erat tubuhnya. Tsssaaaahhhh!!! Jangan kan gerimis genit, kena badai topan apapun rela asal si pujaan hati tetep merasa hangat dan terlindungi.

Yes, jatuh hati membuat orang jadi lebih kebal dari para penggiat debus. Lebih mujarab dari ramuan cap kaki tiga dan tolak angin baik yang serbuk atau sirup. Ajaib banget!

Ah, saya pengen seciap hari jacuh haci…

Dan memang seciap hari saya jacuh haci…

Kepada Sang Pujaan Haci…

(diucapkan dengan gaya manja dan kiyut bukan sambil bersin)

 

… that’s the way love goes …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s