Yang Sangat Kau Sayang

Serba salah. Jatuh hati membuat tak berdaya, patah hati membuat merana. Sama-sama memberi kecamuk rasa. Sama-sama ga enak makan, tidur pun tiada nyenyak. Akibatnya besok pagi bangun kesiangan dan telat nyampe kantor. Sama-sama memberikan masalah namun beda akhirnya.

Kali ini tentang Jatuh Hati. Berhubung saya pria maka semua berkaitan dengan wanita.

Ketika kau jatuh hati, dimarahin ama orang sekantor pun tetap akan dipandang sebagai kritik dan saran yang membangun. Senyum akan terus terlihat di wajahmu. Segala sesuatu terlihat tetap indah dan kau tidak menganggapnya sebagai salah kaprah.
Kala engkau Jatuh Hati, segala sesuatu akan kau hubungkan dengan dirinya, sang pujaan.
Dia adalah sapaan selamat pagi yang pertama kali menyentuh telinga, bahkan saat diucapkan lewat tulisan elektronik semata, kau dapat merasakan setiap huruf melayang dan membelai pipimu. Pejamkan mata maka kau mendapat gambaran wajah cantiknya. Tarik nafas dalam-dalam maka kau dapat membayangkan wanginya, seakan dia berada di sampingmu. Wangi yang mengalihkan perhatianmu saat pertama kali melihatnya yang sedang tertawa dalam kumpulan sahabatnya. Itulah racun asmara, membuatmu semakin peka.
Dia adalah puisi indah tanpa kata, segala definisi keindahan yang terucap tanpa suara. Itulah yang membuatmu selalu terpana, tak mau mengalihkan pandangan walau hanya sekejap, bahkan mengerjap mata pun menjadi kerugian yang besar. Tatap matamu membuat pipinya merona, senyum terkembang, saat itulah kau merasa dunia berhenti berputar. Kau tidak ingin detik berhitung, hanya ingin berhenti di situ, tempat di mana cintamu berlabuh. Namun tidak bisa, justru karena detik berhitung maka kau mengapresiasi setiap kebersamaan, adanya waktu yang terlewat membuatmu mengantisipasi waktu yang akan datang, kau siap memikirkan setiap hal untuk terus membuat pipinya merona dan senyumnya terkembang.
Dia adalah lirik dalam lagu yang kau cipta. Semua melodi yang tergugah, harmoni amat merdu. Lagu yang tidak perlu kau mainkan dengan alat musik karena benak mu mampu mengaryakan simfoni yang lebih indah dari orkestra ternama sekalipun. Tidak perlu alat musik selama kau masih memiliki lidah yang berdecak kagum, hidung yang menghirup wanginya, mata yang berbinar, senyum yang terpampang. Itulah padu padan kesempurnaan cintamu. Lebih dari cukup untuk membuatnya mengerti apa yang sesungguhnya ingin kau sampaikan.
Dia adalah lukisan indah di dinding hatimu. Tidak sekedar digantung di atas paku, tetapi kau menjaga letaknya dengan mendekap dadamu erat. Tanganmu menjaga setiap ujung bingkai supaya tidak sedikitpun bergeser. Ketika tanganmu mengusap dada, sesungguhnya itu adalah caramu untuk menjaganya dari keberadaan debu usang, tak kau ijinkan termakan usia. Lukisan itu selalu menjadi baru. Cintamu kepadanya selalu baru. Degup kencang jantungmu adalah  akibat paku yang semakin dalam ditancapkan hatimu, menjaga agar lukisan itu tetap tergantung dengan indah di sana. Luar biasa.

Dia adalah setiap tawa kala kau membuatnya tertawa dan airmata kala kau membuatnya menangis.

Dia adalah Wanita Yang Sangat Kau Sayang.

Cinta memang tak pernah gembar-gembor
Dalam kesederhanaanlah kau temukan kemewahannya
Kala kau harus naik angkot untuk menjemputnya, menunggunya di tepi jalan. Semenit, dua menit, sepuluh menit, empat puluh menit, satu jam… Apalah arti sebuah satuan waktu. Semua terganti saat kau melihat dia turun dari ojek, bergegas, mempercepat langkah sambil mengucap kata maaf berkali-kali. Ah, tak perlu diucapkan, tidak ada yang perlu dimaafkan. Cinta terlalu agung untuk sekedar dimaafkan atas waktu yang “terbuang”.
Adalah kemewahan saat kau bisa duduk di sebelahnya di dalam kendaraan umum, di antara tatap iri para penumpang ketika melihat tanganmu menggenggam, membelai tangannya. Mengapa harus iri, hai penumpang lain? Dunia seluas ini hanyalah milik kalian berdua, apalagi hanya sebatas kendaraan umum yang diisi 12 orang.

Ah, sesungguhnya dunia ini memang indah jika kau telah menemukan dia yang adalah cinta sejatimu.
Wanita Yang Sangat Kau Sayang.

… Aku hanya ingin dia tau …

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s