Orang Belagu dan Egois

Terprovokasi oleh gaya seorang mas-mas berjaket motor ala charlie ST12 yang sedang asik ngerokok di dalam angkot, saya langsung menegur untuk menyuruhnya mematikan rokoknya. Tidak dimatikan, mas-mas itu malah ngeliatin saya yang langsung saya balas dengan tatapan siap berantem, sampai akhirnya mas kampungan itu buang muka sambil sedikit bergumam – entah apa yang diucapkan – dan mengarahkan rokoknya ke luar jendela. Tetap tidak dibuang, sekedar supaya asap racun itu tidak memenuhi kabin angkot. Lumayan lah. Namun saya yang udah keburu siap berantem justru sengaja banget ngeliatin si orang kampung itu biar dia tau bahwa bahwa saya ga seneng banget. Posisi duduk saya udah pas banget buat gebuk dia, dengan tangan yang udah mengepal terus dan kaki yang tinggal angkat dikit bisa langsung menghantam perutnya, saya benar-benar memperhatikan gerak-gerik orang kampung itu supaya kalo dia tiba-tiba ngotot ya tinggal saya gebuk aja. Selesai.

Itu lah saya, yang emang masih suka terpancing emosinya. Sebenarnya sih saya sangat takut berkelahi, karena kalo berkelahi otak saya benar-benar terpikir untuk “menghabisi” lawan saya. Serius. Saya pernah hampir membuat seorang teman “berpulang” karena mau saya hantam kepalanya pakai kursi sekolahan yang terbuat dari kayu saat dia udah jatuh tergeletak di lantai. Beruntung ada seorang teman yang segera memukul wajah saya, kaget sehingga saya menghentikan aksi kesetanan itu. Malah akhirnya saya dimarahin habis-habisan sama teman saya, dibilangnya saya sudah gila.
Semenjak saat itu saya jadi takut berkelahi. Saya takut kehilangan kontrol.

Ya, itulah saya….

Berusaha menahan diri, mati-matian. Tapi saya paling eneg liat orang yang belagu, orang-orang yang semau-maunya aja melakukan kehendaknya, ga mikirin orang lain.
Orang-orang belagu itu contohnya adalah:
Orang yang pake ATM lama banget padahal di belakangnya udah banyak orang yang antri, yang butuh waktu cepat karena masih dikejar kepentingan yang lainnya. Yang paling ngeselin adalah mereka yang suka make ATM tunai untuk melakukan transaksi transfer/bayar tagihan bulanan. Dikumpulin lah segala macam bon tagihan dan kemudian menghabiskan waktu bermenit-menit untuk transaksi baru kemudian ambil duitnya. Padahal di dekatnya ada ATM non tunai. Entah tolol atau bagaimana, kenapa dia ga ambil dulu uang tunainya baru kemudian dia pindah ATM dan melakukan transaksi non tunai di situ? Orang kaya gini udah sering banget kena teguran gue dan biasanya sih mereka langsung ga enak karena – kebetulan – muke gue kan ancur yak… hehehehehehe…

Orang yang suka nyelak.
Nah, ini dia nih golongan manusia kampungan banget. Mau tau mereka seperti apa? Coba aja deh datang ke halte baswei UKI sekitar jam 6:30, anda akan melihat gerombolan orang kampung yang saling dorong, berdesakan, tempel-tempel bodi. Pada saat bis-nya tiba, mereka akan langsung mendorong orang yang di depannya, ga peduli laki atau perempuan, bahkan mereka tidak memperdulikan keselamatan orang yang harus melompati jeda antara bis dengan platform halte. Resiko kejeblos amat besar tapi tetap aja mereka tidak peduli. Tololnya minta ampun kan?

Pengendara kendaraan yang ugal-ugalan.
Ini salah satu golongan yang terkutuk. Betapa egoisnya mereka mengejar waktu dan berlaku sesuka hati dalam berkendara, padahal apa yang mereka lakukan bisa mencelakakan orang lain. Pengendara motor di jakarta adalah salah satu golongan terburuk dalam berkendara. Hampir sudah tidak ada batasan lagi, tidak ada peraturan yang dipatuhi. Jangankan cuma masalah penggunaan helm, mereka sekarang berani berjalan di jalur yang berlawanan, naik ke atas trotoar kala macet dan tidak pernah lagi berhenti di belakang garis putih lampu lalulintas. Beberapa kali saya nyaris berantem dengan pengendara motor yang naik trotoar, kemudian malah klakson saya yang sedang berjalan dengan santai. Ga pake minggir, saya malah ke tengah dan menghalangi jalannya dia. Kemudian saya liatin wajahnya dan menyuruhnya untuk turun. Saat itulah tangan saya udah mengepal dengan kencang jadi kalo ternyata dia ngotot juga ya langsung aja saya gebuk, kan dia akan mengalami kesulitan antara memegang motor atau melawan saya ya. Pokoknya saya bisa colong kesempatan deh, hehehehehehe… Gini lhow, kalo dia mati akibat kegoblokannya sendiri ya itu mah ga masalah ya, tapi jangan bikin orang lain jadi celaka doooong… Seperti yang terjadi pada seorang kawan, dia naik motor dengan kecepatan biasa saja, di suatu persimpangan jalan tiba-tiba ada mobil yang dengan kecepatan tinggi langsung meyambarnya. Dia langsung terpental beberapa meter dan mengalami cedera parah pada tulang belakangnya. Apa akibatnya? Dia LUMPUH TOTAL! Hanya bisa menggerakkan lehernya saja, tengok kiri dan kanan. Lainnya sudah mati total… Makan, tidur, buang air pun semua dilakukan di atas tempat tidur. Kecelakaan itu dialaminya pada saat dia berumur 32 tahun dan dalam hitungan seminggu kemudian istrinya melahirkan anaknya yang pertama. Bisa kalian bayangkan penderitaannya? “Beruntung” akhirnya dia meninggal dunia setelah menderita selama 4 tahun di atas tempat tidur. Apa reaksi kalian ketika tahu bahwa ternyata pengemudi mobil itu adalah seorang ABG berusia 15 tahun dan dalam keadaan mabuk?

Orang merokok di tempat umum.
Inilah orang-orang yang – menurut saya – wajar jika diberi predikat golongan paling egois sepanjang masa. entah mereka bodoh, tolol atau keras kepala, rokok yang mereka nikmati itu sungguh mengandung racun yang disebarkan melalui asapnya. Terserah kalo akhirnya para perokok harus menderita kanker, serangan jantung, stroke atau apapun akibat rusaknya organ yang telah teracuni bertahun-tahun. Mereka mati dalam dan akibat kebodohannya sendiri. Namun janganlah kebodohan mereka itu turut membuat orang lain menderita. Penelitian sudah membuktikan bahwa perokok pasif mempunyai resiko terkena penyakit lebih tinggi dari pada yang aktif. Kalo gitu, lebih baik merokok aja ya? Hahahaha… Itu mah urusan kalian yang emang mau merokok asal jangan pilihan kalian itu merugikan orang lain. Betapa saya sedih ketika melihat sebuah keluarga yang memiliki anak batita sedang berjalan-jalan dan bapaknya dengan asiknya menghisap rokok dan menghembuskan asap beracun itu di sekitar anaknya… Luar biasa kan? Terserah kalo kalian mau menikmati racun itu, tapi silahkan masuk toilet, hisaplah semua racun itu sendiri, nikmatilah… Jangan sebarkan kepada orang lain. Atau kalo engga ya ngerokoknya bersama mereka-mereka yang ngerokok juga lah, dalam komunitas yang sama. jadi, kalo yang ga merokok mau gabung dengan kalian ya itu resikonya dia lah.

Demikianlah pelepasan energi negatif saya kali ini, dalam bentuk tulisan yang terasa sekali ya aura kebenciannya. Bodo amat. Saya ga peduli. Intinya adalah, kalo mau melakukan sesuatu please pikirkan keadaan sekitar. Ga bisa kalian melakukan segala sesuatu semaunya sendiri. Hormati orang lain yang memiliki hak untuk mendapatkan hidup yang nyaman dan aman.Perlu saya tekankan sekali lagi, ga peduli kalian itu saudara atau teman, ketika ada yang masuk dalam “kriteria” orang belagu seperti yang tertulis di atas, maka saya akan men-cap kalian Orang TOLOL. Pathetic. And this is not a joke.

Sekian.

Yang lagi kesel berat.
Aries Boi.

“Man, lo serius ga ngerokok?”
“Ga, emangnya kenapa?”
“Payah lo, anak band, doyan metal tapi ga ngerokok. Bencong aja ngerokok!”
“Justru karena GUE BUKAN BENCONG makanya gue ga merokok!”
… Now, look who’s smarter, huh?

Advertisements

4 thoughts on “Orang Belagu dan Egois

  1. Hahahahah looooove the last part!!
    Gw paling sebel ama org yg kl lg ngantri,suka mepet2 berdirinya..seakan2 kalo berdiri nempel gitu bisa jd cepet antriannya! Duoh! Biasanya sih gw maki org yg kayak gitu..hihihi
    Ih,jadi ikutan emosi 😀

    1. Hahahahahaahhaahha.
      Last part emang sesuatu banget yah… Hi3x.
      Gw lupa tulis, bahwa desak2an kampungan gitu juga sering kali terjadi dalam antrian makanan saat resepsi. Asli, kampungan banget dah. Trus yg bikin kesel adalah terkadang yg kaya gitu justru adalah orang2 yg – keliatannya – bergaya dan berpola pikir elit. Kasian sekali, penampilan ga bisa ngebohongin bawaan oroknya yg emang kampungan. Hahahahaha…

  2. Agree banget Joe ma tulisan lo ini.
    Hampir setiap kali gw nyetir or ikut hubby selalu darting gw keluar, entah itu supir bajaj, motor, metromini, segala mcm angkot selalu buat rusuh n jd kesannya kok gw bawel bgt yak pdhl sumpah..gw tuh pencinta damai bgt n suka ketenangan cm krn kalo pergi kan selalu ma anak2 gw jd gw was2 trs n bete kalo mrk ugal2an, gw dah cb hati2 nah mestinya mrk jg begitu donk yaa…
    trs yg pakai atm buat byr tagihan knp jg gak lgsg auto debet aja ya?? aneh…

    1. hahahahaha… begitulah dee kalo tinggal di negara yang hukumnya ga jelas, bisa dibayar. ga ada wibawa dan ketegasan. musti diakui bahwa negara ini harus punya pemerintah yang bertangan besi, ngasih hukum pecut yang bikin jera karena banyak yang otaknya jauh lebih tolol dari keledai. kenapa lebih tolol? karena punya otak tapi ga mau dipake. mendingan ga usah punya otak ya… hehehehehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s