Ambasador Hype!

Aje gileeeee…

Dalam waktu beberapa minggu terakhir ini selama bulan puasa, saya sudah menjadi pengunjung tetap mol ambasador kuningan yang dalam waktu 5 hari kerja pasti saya isi dengan 3 hari berkunjung ke sana. Tujuan utama sih untuk mencari makan siang karena deret warung tenda yang merupakan tempat tujuan utama sedang tutup atau kalo pun buka hanya sedikit saja dan menu yang ditawarkan bukanlah yang paling saya suka. Walopun memang dalam dua minggu terakhir menjelang hari raya tukang jualannya sudah banyak yang kembali beraksi. Ya iyalaaaaah, kan mereka juga butuh uang untuk merayakan hari raya. Tapi apa daya, pilihan menu yang kurang menarik membuat saya pergi ke mol ambasador demi mencari kenyang. Seringnya sih sendirian aja karena teman-teman saya puasa. Ada yang memang ga puasa tapi selalu bawa makanan dan ada juga yang emang suka dengan tawaran menu di warung tenda. Palingan saya ditemenin oleh beberapa wanita (baca: ibu-ibu) yang sedang berpuasa tapi pada pengen B E L A N J A.

Speaking about BELANJA, mol ambasador ini adalah surga bagi mereka yang mencari pakaian atau keperluan lainnya. Kalo dulu kita mengenal pusat perbelanjaan mangga dua sekarang mol ambasador dan ITC kuningan sudah menjadi rival terbesarnya. Dulu orang harus bela-belain pergi ke mangdu kalo mau cari pakaian murah, ke harco kalo mau cari komputer dan perlengkapannya. Tujuan utama untuk cari barang dengan kualitas lumayan dengan harga cukup murah. Sekarang, perlahan tapi pasti dua hal itu mulai direbut oleh mol ambasador dan ITC kuningan.

Kemacetan yang selalu terjadi di depan mol itu diakibatkan oleh orang-orang yang hilir mudik berseberangan. Ditambah lagi dengan taxi yang berderet menunggu penumpang membuat space para pejalan kaki agak berkurang, jadi menghambat orang laju masuknya orang ke dalam lobi. Untungnya sekarang sudah diberi lampu penyebrangan jadi para pejalan kaki bisa sedikit diatur. Tapi tetap saja kemacetan tidak bisa dihindari. Yang perlu dibuat adalah sebuah jembatan penyebrangan supaya tidak ada lagi penyebrangan yang menghambat laju kendaraan.

Rentetan orang yang membagi-bagikan brosur penawaran dan hamparan produk jualan yang terpampang di atas kios-kios rapat satu dengan yang lainnya dan terkadang membuat pengunjung sulit berjalan adalah pemandangan lazim ketika sudah memasuki lobi. Terkadang seru terkadang ngeselin banget sih ngeliat mereka jualan. Ada yang pake baju rapih ada yang pake cengcop (baca: tanktop). Barang yang dijual pun beragam banget dari yang biasa sampe yang sedikit berinovasi. Barang yang biasa itu misalnya baju, syal, perhiasan imitasi dlsb. Kalo barang yang mengandung unsur inovasi itu misalnya gantungan baju ajaib, ikat rambut ajaib, racun tikus ajaib dan segala sesuatu yang ajaib deh. Saya suka banget melihat mainan anak-anak yang memakai remote control. Yang paling banyak diminati adalah helikopter kecil yang katanya bisa terbang sampai ketinggian 5 meter. Serunya sih karena harganya yang relatif murah ya kalo dibandingkan dengan yang dijual di toko mainan besar macam toys r us. Tapi ya tetep, harga ga bisa ngebohongin kualitas.

Naik ke lantai atas mata ini amat dimanjakan dengan komputer dan gadget yang bertaburan. Bikin ngiler. Slluuuurrrppp… Itulah yang disebut dengan “nafsu besar tenaga ga mampu”. Hehehehehehe… Keinginan untuk beli banyak perlengkapan dunia IT demikian besar apa daya tenaga kantong udah habis, terlihat tipis, kembang kempis napasnya senin kemis. Tapi tak masalah, kepuasan itu tidak hanya didapat jika sudah membeli. Saya lebih suka membandingkan informasi yang saya dapat dari hasil review majalah-majalah gadget lalu membandingkannya dengan apa yang saya liat, sentuh dan coba secara langsung di sana. Sekedar bertanya kan boleh. Namanya juga barang berharga jutaan, jadi wajar dong tanya-tanya dulu. Lain kalo cuma beli kolor nabi seharga 20 ribu aja tapi harus tawar berkali-kali dan rela mondar-mandir. Ga sesuai lah pengorbanan dengan hasilnya selain juga membuat kesal penjualnya. Hehehehehehe. Yang saya suka saat melakukan perbandingan gadget adalah waktu bincang-bincang dengan penjualnya. Sering banget saya ajak mereka untuk diskusi sampai akhirnya argumen dan kemenangan berada di pihak saya. Hahahahhahaa. Rasain! Saya suka kesel ama para penjual yang “ga cerdas” dalam menjual barangnya. Product knowledge-nya kurang banget. Kalah sama saya yang cuma tau dari majalah aja. Apalagi liat gaya penjual yang suka belagu, kaya butuh ga butuh. Yang kaya gitu adalah sasaran diskusi iseng ga penting saya. Entar kalo dia udah kalah saya langsung meninggalkannya sambil geleng-geleng kepala sedikit. Ngeselin banget kan? Hahahahahahahha. Makanya jadi orang jangan belagu!
Walau bagaimana pun belagunya kebanyakan sales representative di sana, tetap mol ambasador adalah tujuan utama saya kalo mau beli gadget. Selain lebih dekat dengan kantor, suasananya juga lebih nyaman dibandingkan dengan harco mangga dua.

Tapi, yang paling hebat adalah saat menjelang liburan hari raya ini. Food court boleh sepi tapi kios-kiosnya… Duileeeeee penuh bangeeet. Yang akan banyak didatangi potential buyer adalah kios penjual baju/fesyen, jual gadget dan jual tas/koper.
Kios fesyen akan diborong habis-habisan itu kain kaftan dan baju gamis-nya. Ada yang beli biar seragam sekeluarga. Bahkan ditambah juga buat bapak ibu dan mertua masing-masing. Semuanya seragam. Seru banget deh!
Kalo di kios gadget, yang paling laku adalah alat-alat perekam moment. Kamera baik dari yang pocket sampe yang SLR akan mengalami tingkat tertinggi jumlah penjualannya. Juga handy cam yang semakin lama bentuknya semakin manis dan simpel. Tapi jangan salah, saat ini ada lagi gadget yang paling diburu: smartphone dan tablet.
Kali ini banyak orang yang benar-benar ingin mengisi waktu perjalanan mudiknya dengan hal-hal yang menyenangkan saat didera macet berkepanjangan. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pas lagi terkena macet biasanya anak-anak akan jadi rewel karena selain ga sabar pengen buru-buru sampe mereka juga ga bisa melakukan kegiatan apapun selain duduk diam sok manis dalam kendaraan. Dengan adanya smartphone dan tablet anak-anak dapat dijejalin games seru juga film-film kesukaan mereka. Seperti yang dilakukan oleh teman kantor saya, membeli galaxy tab 10″ hanya demi jadi mainan anak-anaknya… Sungguh menyakiti hati saya… Hiks…
Setelah semua baju dan gadget terbeli, mereka juga biasanya mencari tas/koper yang dapat mengakomodir segala kebutuhan bawanya. Tas untuk baju biasanya dipisahkan dengan tas untuk gadget. Maka berbahagialah para tukang tas yang dalam masa-masa menjelang liburan akan memanen rejeki lumayan besar walopun dagangannya – katanya – dijual dengan diskon gila-gilaan.

Dan semua barang itu tersedia di mol ambasador & ITC kuningan.

Maka tak heran kalo beberapa kali saya mendengar jargon “ngambas” yang berarti pergi dan menghabiskan waktu di mol ambasador. Terserah mau nyari makan, belanja, nyalon atau hanya sekedar ngecenk. Bebas aja. Lucunya lagi, kemarin siang saya mendengar cerita bahwa ada seorang teman dari rekan kantor saya yang ngebeeeeeeet banget pengen ke ambas dan dengan “sombong”nya rekan kantor saya itu mengatakan bahwa dia udah sampe khatam ama seluk beluk ambas. Jalan sambil tutup mata juga bisa. Hebat banget! Itulah keuntungan kerja di kantor yang lokasinya hanya sepelemparan kolor dari ambas. Ga usah cari waktu khusus, tinggal geser dikit aja maka tubuh sudah berpindah dari kantor ke kios di ambas. Ckckckckck.

So, apakah itu menjadi suatu kebanggaan? Ya engga lah… Trus ngapain saya nulis blog yang seperti mengagung-agungkan mol ambas? Sekedar menuangkan apa yang dapat saya liat selama beberapa minggu ini intensif mengunjunginya. Dan saya penasaran banget, tidak lama lagi akan ada dua mol besar berdiri di sekitar ambas. Apakah dia akan mampu bertahan?
Kita tunggu saja.

Ga penting.

Yang abis cuci otak di ambas,
Aries Boi

Posted from WordPress for Android

Advertisements

2 thoughts on “Ambasador Hype!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s