Kasih Sayang Ortu Kepada Anak

image

Disaat saya sedang sibuk ber-ekting sibuk kerja, sekonyong-konyong meja kerja saya bergetar, hanya sebentar, tapi hati ini cukup gempar. Mencari apa penyebabnya ternyata hanyalah hape saya yang bergetar sebagai tanda diterimanya sms. Untungnya hape yang saya gunakan ini sudah mendukung layanan pesan panjang, jadi sepanjang apapun sms yang ditulis oleh sang pengirim akan diterima sebagai 1 sms aja di hape saya. Jadi hanya sekali saja bergetarnya. Untungnya. Seandainya terpotong-potong maka pasti akan terjadi getaran berkali-kali.

Ternyata sms itu dari Sang Mama yang memberitahu bahwa bersama Sang Papa mereka membersihkan rumah saya.

Kemudian hening.

Saya baca kembali beberapa kali isi sms tersebut dan sungguh merasa terharu. Dikatakan bahwa Sang Mama membersihkan taman kecil di halaman rumah dan Sang Papa membersihkan kipas angin duduk yang memang sudah kotor banget. Dalam sms-nya, Sang Mama mengatakan bahwa dia merasa “sayang” kalau rumah baru saya yang katanya bagus itu jadi tidak terawat dikarenakan saya dan Sang Istri yang sibuk bekerja. Dalam sms itu juga Sang Mama mengklarifikasi bahwa yang diberesin hanyalan tamannya saja, karena memang Sang Mama dan Sang Papa sangat hobi dengan tanaman, terbukti halaman rumah mereka terpilih mewakili kontingen bekasi dalam pertandingan taraf internasional “Beautiful Garden”.
Beberapa kali hal itu dikemukakannya seakan-akan untuk meyakinkan saya bahwa tidak ada hal lain yang “diutak-utik”. Namun yang membuat hati saya terenyuh adalah saat membaca tulisan “Semoga kamu dan Cica ga tersinggung ya karena halamannya diberesin”… Tersinggung?

Pagi hari sebelum berangkat kerja, saya berkata kepada Sang Istri bahwa tanaman di halaman ini harus disiram soalnya udah ada yang terlihat mengering alias mati, mengingat sekarang lagi bener-bener musim kemarau yang panasnya emang top banget. Lalu udah kami sepakati juga bahwa hari sabtu besok kami mau membersihkan halaman rumah yang terselimuti debu kecoklatan cukup tebal akibat ada beberapa tetangga yang rumahnya lagi direnovasi, debunya ngebul. Nah, saya berpikir mending sekalian aja deh hari sabtu kan waktunya panjang dan ga cape ngantor. Eh ternyata ortu saya berpikiran lain. Mereka memang sempat datang ke rumah saat The Carnival (band akustik saya) sedang berlatih dan mungkin mereka merasa bahwa rumah saya itu kurang sentuhan kebersihan, makanya mereka jadi prihatin. Sepulangnya dari rumah pun mereka mengatakan bahwa memang tanaman rumah harus diberesin. Saya saat itu hanya senyum-senyum aja dan mungkin karena Sang Ortu mengetahui bahwa saya ga punya ketertarikan dalam hal halaman dan tetumbuhan, akhirnya mereka mengambil keputusan untuk membenahinya.

Tersinggung?
Durhaka banget kalo kebaikan mereka itu saya tanggapi dengan rasa tersinggung. Sama sekali tidak malah hati saya ini jadi merasa super ga enak karena telah merepotkan kedua orang tua saya. Sama sekali ga kepikiran. Hanya saja saya berusaha untuk memaklumi cara berpikir mereka yang memang “ga betah” melihat ketidakrapihan itu, berbeda dengan cara berpikir dan manajemen rumah tangga saya yang lebih “santai”. Mungkin karena Sang Ortu yang sudah tidak memiliki banyak kegiatan di luar otomatis hal pertama yang mereka liat dan jaga adalah kebersihan rumah. Ditambah lagi dengan banyak/seringnya teman mereka yang bertamu dan sifat yang sangat menyambut kehadiran orang otomatis membuat rumah mereka terlihat selalu siap sedia. Hal itu juga yang diajarkan kepada saya dan alm. Ganzamo saat masih tinggal bersama. Rumah harus selalu dalam keadaan bersih karena kita tidak pernah tahu kapan ada tamu yang mau datang. Akan sangat malu kalo ternyata tamu yang datang melihat rumah dalam keadaan kurang rapih. Prinsip Sang Ortu adalah: rumah boleh kecil tapi harus nyaman buat penghuni dan juga tamu. Prinsip yang luar biasa banget. Setara dengan sedia payung sebelum hujan.

Namun keadaan sudah berubah buat saya.
Kehidupan yang sudah berpisah dengan mereka dan hanya berdua dengan Sang Istri tanpa mengunakan jasa pembantu membuat kami harus memanajemen waktu untuk menikmati kehidupan setelah pulang kantor dengan ngobrol, nonton tipi bareng, melakukakan hobi masing-maaing dengan kegiatan bersih-bersih. Dengan aktivitas kami berdua sebagai orang kantoran dengan jam kerja dari pagi sampe sore menjelang malam, bisa dipastikan akan sangat jarang kami kedatangan tamu maka untuk bersih-bersih rumah tidak setiap hari kami lakukan. Ketika memanggil pembantu harian pun hanya untuk menyetrika pakaian saja – hal yang paling saya benci karena keribetannya itu. Namun hari senin malam kemarin, setelah menonton tipi dan saya tertidur di sofa, ternyata Sang Istri menyapu dan mengepel lantai rumah. Terbukti kan bahwa sebenarnya kami ingin menikmati rumah yang nyaman dan bersih? Hanya masalah distribusi tenaganya aja koq. Hehehehehe…

Maka sms dari Sang Mama pun segera saya balas dengan banyak ucapan terima kasih dan meminta supaya Sang Ortu tidak perlu mengkhawatirkan saya dan Sang Iatri. Kami tidak ingin merepotkan Sang Ortu. Durhaka, Boi!
Memang, semenjak kepergian Ganzamo saya menjadi anak tunggal yang otomatis mendapat curahan kasih sayang dan perhatian secara langsung – tidak terbagi-bagi lagi. Betapa saya bisa merasakan sekarang saya malah jadi “dimanja”, sering banget nanya saya mau makan apa, bagaimana dengan kesehatan, kerjaan kantor dlsb, hal yang sangat jarang saya rasakan jaman dulu karena memang saya yang agak “tertutup” dalam hal kehidupan sehari-hari. Masih ingat kan beberapa bulan yang lalu waktu saya terkapar sakit di rumah dam setiap hari datang rantang yang berisi masakan Sang Mama dan diantarkan oleh Sang Papa? Luar biasa.

Saya sungguh bersyukur masih diberi kesempatan oleh TUHAN untuk menikmati kasih sayang seperti itu. Tidak akan saya sia-siakan, sebelum tiba waktunya semua itu akan selesai dan tidak bisa saya nikmati lagi.

I love my parents.

Yang cinta banget ama orang tua,
Aries Boi

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s