Tumben!

Tumben banget!

Sabtu kemarin waktu lagi jalan-jalan di sebuah mol bersama Sang Istri saya ditawarin parfum! Mbak SPG sekonyong-konyong menghampiri saya yang sedang berjalan kaki dan mulai mengutarakan kalimat jualannya. Saya yang terperangah hanya bisa tersenyum sambil memberi tangan tanda belum berminat untuk beli produk jualannya. Tumben banget!
Beberapa saat kemudian saya kembali dihampiri oleh seorang SPG, kali ini menjajakan apartemen mewah dengan lokasi strategis – di lobby MTA, katanya. Saya sungguh ga ngerti bagaimana bisa ada apartemen yang terletak di depan lobby sebuah mol? Saya dan Sang Istri berasumsi bahwa maksud dari iklan itu adalah di seberang lobby MTA yang memang masih berupa lahan kosong. Bahasa iklan memang aneh! Akibat keanehan bahasa iklan itu saya sekonyong-konyong melambaikan tangan tanda tidak berminat sambil terus memancarkan senyum manis.

Saya yakin saat itu wajah ini bersinar cerah karena bahagia yang tak terkira.
Mengapa?

Ya tumben banget lah saya ditawarin produk-produk yang masuk dalam golongan “luks” (ga mau tulis “lux” takut disangka iklan – red), dalam keadaan saya tampil seperti biasa: bercelana pendek, baju hitam dan pake sandal merk buaya nyengir dengan kualitas reject. Sama sekali ga memancarkan aura orang kaya yang lagi santai. Betapa senangnya bisa merasakan tidak di-anderestimet. Hahahahahahha.
Tapi dasar otak ini agak iseng, ga bisa terima keanehan seperti itu tanpa didukung alasan-alasan yang maauk akal walopun sederhana. Maka saya melakukan evaluasi singkat.
Saat itu saya sedang menggenggam GT. Ukuran GT memang imut dan bisa masuk ke dalam kantong samping bawah celana pendek saya namun sengaja saya pegang karena jemari ini aktif banget merekam banyak kejadian yang kemudian dituangkan lewat gambar atau lewat kata. Selain itu karena kancing kantong yang terbuat dari besi itu selalu mengetuk bodi GT ini sehingga sepanjang perjalanan saya seperti membawa metronome. Agak risih. Maka saya memutuskan untuk memegangnya. Tapi sebenarnya alasan yang paling saya suka adalah karena ingin menunjukkan pada para pengguna iPad atau tablet berukuran di atas 7″ bahwa saya bisa menggunakan GT dengan sangat mudah, di mana saja saya mau saya bisa ngetik tanpa harus mencari tempat duduk. Itulah gunanya gadget, mempermudah hidup bukan malah menimbulkan “masalah” lain. Hidup Tablet 7″!!!! Tapi kalo pusing jangan pake tablet ya, pake puyer aja biar reaksinya lebih cepat. Oke?
Nah, dengan menggenggam GT itu mungkin membuat para SPG mengira saya adalah orang sibuk yang agendanya penuh dengan jadwal rapat dan harus selalu terkoneksi dengan internet demi mencari berita atau membaca/mengirim email bisnis. Pasti mereka mengira saya adalah seorang boss yang nyamar jadi staff kelas kambing. Huh, seandainya mereka tau realitanya…

Evaluasi lainnya lagi, mungkin akibat gaya rambut saya yang saat ini sudah lebih pendek dan terlihat rapih – yang sebenarnya adalah “kecelakaan” dua kali gunting rambut dalam waktu 1 minggu, yang pertama di salon dan yang kedua di barbershop. Usaha untuk mempertahankan rambut panjang namun rapih ternyata gatot akibat kurang pahamnya para tukang cukur itu terhadap kemauan saya. Well, blessing in disguise, rambut saya terpaksa harus dibentuk belah pinggir sepinggir-pinggirnya biar terlihat cucok dan mampu menutupi sedikit area jenong jidat ini. Walhasil, saya terlihat lebih rapih (menurut saya sendiri). Rambut belah pinggir ini pun menjadi penggenapan omongan om saya yang bilang bahwa para boss dan orang sukses itu selalu ber-belah pinggir rambutnya. Oke, saya akhirnya percaya. Mungkin para SPG itu akhirnya benar-benar menilai bahwa saya adalah seorang boss yang belum cukur brewok ama jenggot karena sibuk ama urusan bisnisnya. Tatanan rambut belah pinggir saya ini ternyata menguatkan asumsi mereka mengenai gaya saya menggenggam GT.

Itulah dunia fana.
Itulah kondisi marketing di negara ini.
Penampilan masih dijadikan tolak ukur utama, bukan melihat bahwa semua orang berhak dianggap sebagai potential buyers seperti yang dipraktekkan dalam dunia jualan di negeri tetangga sana.

Bodo amat lah ya, yang penting saya hepi karena ga di-anderestimet! Ngecenk kali itu berhasil dengan sukses! Hahahahahahahahaaha…

Salam belah pinggir,
Aries Boi

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s