Tidak Mesra

Semenjak saya pindah lokasi naik omprengan jadi sering melihat pasangan pria wanita yang bersama-sama dalam satu omprengan. Entah mereka itu suami istri atau bukan pokoknya selalu bersama. Duduknya pun selalu bersebelahan, biasanya duduk di deret kursi belakang yang seperti mikrolet, kapasitas 4 dipaksa jadi 6. Anehnya, walau selalu bersama, pria dan wanita itu terlihat lebih seperti orang yang tidak saling kenal. Well, tepatnya hanya si cewwknya aja sih.

Sejak masih menunggu omprengan, mereka selalu berdiri bersebelahan, si cowok matanya melihat ke kiri dan ke kanan bagai secret service mengawasi keadaan di sekeliling presiden. Sementara si cewek selalu menunduk. Dengan earphone yang tertancap di kuping, jemari aktif ketak-ketik tombol huruf di blekberi serta wajah yang cemberut dengan mata selalu mengarah ke bawah tanpa sedikit pun melihat keadaan sekeliling membuat si cowok terlihat bagai centeng-nya aja. Baru saat ada omprengan yang akan dinaiki, cewek itu mengangkat wajahnya untuk menghampiri omprengan, karena kalo nunduk terus pasti bisa nabrak.

Setelah mendapat tempat duduk, kembali si cewek menundukkan kepala, sibuk dengan blekberi dalam genggamannya. Saya yang kebetulan selalu mendapat posisi di seberang mereka bisa memperhatikan bagaimana cueknya si cewek terhadap si cowok. Tidak sekali pun – saya ulang – tidak sekali pun cewek itu menjawab apa yang si cowok katakan. Selalu menunduk, asik ketak-ketik dan earphone yang tetap tertancap. Tidak sekali pun cewek itu menengok/melihat si cowok. Durasi perjalanan menempuh kemacetan selama 1,5 – 2 jam dihabiskan dengan nunduk. Si cowok nampak menderita. Si cewek nampak tak merasa. Well, saya sempat berpikir jangan-jangan mereka lagi bertengkar dan ceweknya ngambek. Tapi saya sudah melihat dan bersama pasangan itu dalam omprengan yang sama sebanyak 4 kali dan tidak berturut-turut, artinya ada jeda hari yang saya tidak melihat mereka. Cukup dong untuk saya simpulkan bahwa itu memang “kebiasaan” mereka – kebiasaan cewek itu untuk nyuekin cowoknya.  Kasian sekali.

Kalo jadi si cowok, saya lebih memilih untuk pergi sendirian aja, terserah mau kantornya deketan atau bahkan satu gedung saya mendingan jalan sendirian aja. Rugi banget jalan ama tembok kaya gitu, udah bayarnya dobel sepanjang perjalanan dicuekin ajah. Kasihannya lagi kalo ternyata mereka udah suami-istri, apa rasanya ya menikah sama tembok? Hahahahahahaha….
Makanya saya beruntung punya istri yang selalu punya banyak cerita dan menghargai saat-saat bersama untuk selalu bertukar cerita. Bayangkan, dalam sehari waktu sudah dihabiskan selama 8 – 9 jam untuk kerja, 3 jam (minimal) dihabiskan dalam total perjalanan pergi/pulang kerja lalu waktu tidur yang (minimal) 5 – 6 jam. Total dari 24 jam telah terpakai 16 – 18 jam untuk aktivitas rutin sehari-hari. Belum lagi kami butuh saat-saat sendiri untuk menuntaskan hobi masing-masing. Jadi bayangkan, berapa waktu yang tersisa untuk menikmati kebersamaan? Saya aja sekarang susah banget untuk sarapan pagi bersama bukan karena ga ada makanan, namun 10 menit di pagi hari itu adalah waktu yang amat penting – ga sarapan aja udah telat melulu…
Jadi saya selalu bingung dengan orang yang berdalih kerja mati-matian demi menghidupi keluarganya tapi ngabisin waktu terbanyak justru di kantor atau di tempat lain yang bukanlah keluarga mereka. Bedanya tipis Boi antara cinta keluarga atau ngejar karir. Tipis banget perbedaan antara menghasilkan duit banyak buat keluarga ama mengejar karir demi memenuhi ego pribadi. Hahhahahahahahaha…

Bah, koq jadi ngelantur yak…

Aniwei, kesimpulannya adalah saya bingung sama orang-orang yang seperti cewek itu. Bingung sama orang-orang yang ga bisa menghargai waktu yang ada, kesempatan untuk menunjukkan cinta, kasih dan perhatian kepada orang-orang terdekatnya. Jangan sampai menyesal kalo akhirnya kesempatan itu sudah tertutup.

Seperti saya yang menyesal karena tidak menghabiskan banyak waktu dengan almarhum adik saya…

Aries Boi.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s