Pengalaman Pertama – Cinta Ditolak

image

Berapa kali kah kalian menyatakan cinta kepada orang yang disenangi? Berapa kali kah yang berhasil? Berapa kali kah yang ditolak? Berapa kali kah melibatkan dukun? Berapa kali kah percobaan bunuh diri?

Kala itu – sebagai remaja yang sedang labil dan mencari jatidiri saya pun mengalami ketidakseimbangan hormon yang mengakibatkan timbulnya perasaan menggebu-gebu untuk punya pacar. Pacar yang cantik – tentunya dalam kriteria saya sendiri karena hal ifu bersifat relatip, cantik menurut saya belum tentu cantik menurut kalian dan sebaliknya. Yang pasti akibat selalu melihat dia setiap hari melewati kelas saya (kelas kami bersebelahan)  rasanya telah menemukan seorang cewek dengan kriteria yang sesuai dengan apa yang saya mau – macam pembaca aura aja. Semenjak saat itu, saya yang tadinya memiliki rekor 27 hari bolos sekolah dalam periode pra semester menjadi rajin hadir. Serunya main nintendo di rumah terganti oleh deg-degan saat melihat sosok itu mengibas rambut berkuncir ekor kuda, suara ledakan yang memekakan telinga dari game zelda terganti oleh suara angin yang menerpa saat dia lewat. Dan pencapaian highscore bukan lagi menjadi target utama hidup namun memenangkan hatinya adalah prestasi yang tak akan bisa dikalahkan dengan apapun juga.

Hari-hari bergulir dengan perasaan suka yang makin kencang. Semakin rajin sekolah, absen selalu terisi. Malah kalo bisa hari minggu juga sekolah, padahal dulu setiap hari dianggap hari jumat – “legal” buat bolos. Rasa suka emang bikin orang jadi gila, menghalalkan segala cara untuk memenangkan hatinya, termasuk mencari tahu apa hobi atau kegiatan yang diikutinya. Sampai akhirnya seorang teman merangkap informan mengatakan bahwa cewek itu cukup aktif dalam kegiatan kerohanian di sekolah. Maka saya segera banting stir untuk menjadi anak yang “suka” hal kerohanian juga. Saya datang ke acara kebaktian hanya demi bertemu dia seorang, yang ternyata tidak terlalu rajin juga. Jadi seringnya sih saya hanya ketemu teman-teman lainnya aja. Entah apa maksud Tuhan…
Jarangnya ketemu dia di kebaktian justru akhirnya membuat saya jadi aktif dalam kegiatan rohani di sekolah, lama kelamaan tujuan saya datang kebaktian ya karena emang pengen kebaktian bukan pengen ketemu dia lagi. Sampai akhirnya saya jadi aktif dalam kegiatan rohani. Ternyata itu maksud Tuhan, menggunakan “interest” sebagai saluran untuk mengubah kehidupan saya. Luar biasa!

Namun perasaan suka saya sama cewek itu tetap bertumbuh walau tak pernah saya ungkapkan. Sampai akhirnya – setahun kemudian saya melakukan penembakan! Didahului dengan mengirim surat (geeeez…) yang disampaikan melalui perantaraan seorang teman perempuan yang adalah salah satu teman dekat si dia, berisi maksud dan tujuan untuk mengajak bicara, maka saat jam istirahat kami bertemu di tempat yang telah saya tulis dengan jelas di dalam surat: Depan Kelas-nya.

Hati deg-degan.
Keringat mengucur bagai diobral.
Menunggu depan kelasnya sambil memukul-mukul pagar koridor.
Dihujani dengan tatapan aneh bin curiga dari teman-teman akrab saya.
Akhirnya dia datang.
Dengan senyum.
Bibir saya kelu. Ga sanggup bicara sepatah kata pun.
Bahkan ga bisa basa-basi.
Udara terasa bagai pisau-pisau kecil yang mengiris kulit.
Sesak nafas.
Saya mau pingsan.
Sementara dia tenang banget, mulutnya terus komat-kamit namun saya ga bisa dengar apa yang dia ucapkan.

Sampai akhirnya saya bisa mendengar jelas kalimat yang dikatakannya:
            “Maaf, gue ga bisa jadian ama lo. Maaf ya”.

Hanya itu saja yang bisa saya dengar, selanjutnya ga tau lagi dia ngomong apa. Ga peduli juga koq, wong kalimat kuncinya udah terucap dan kalimat lainnya udah ga penting lagi.
Kami bersalaman dan saling bertukar kalimat yang saya sudah tidak bisa dengar lagi apa isinya. Diri ini udah melayang ke tempat pembakaran mayat. Tewas. Hancur. Musnah.
Ditambah lagi dengan ledekan teman-teman yang emang ga pernah mengerti isi hati seorang pria yang terbelah dua ribu. Berkeping-keping.

*hilang*

Ya, saya kembali menghilang.
Bolos lagi 2 hari karena rasanya diri ini ga sanggup menerima kenyataan, apalagi harus melihat dia bolak-balik di depan jendela kelas. Segala hal yang tadinya seperti di langit ketujuh telah menjadi neraka ketiga belas.
Ketika masuk sekolah pun saya hanya bisa bengong.
Duduk dengan pandangan kosong.
Otak saya bolong.
Hati kecil menjerit minta tolong…
Saya terjangkit penyakit ayam patah hati: TETELOK.
Mana saat itu saya belum bisa main musik apapun, jadi ga ada cara untuk mencurahkan isi hati yang remuk redam.

Dan saya lupa kapan sembuhnya, kayaknya sih cukup lama ya. Untungnya setelah itu saya kembali menemukan cewek lain yang lebih cakep lagi untuk dikejar, maka perjuangan pun kembali dilakukan. Hahahahahahahaaha…

Dan saya telah mengucapkan selamat tinggal kepada kebodohan jatuh cinta masa remaja.

Sekian.

Yang pernah patah hati,
Aries Boi.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s