Jamban Blues

Saat hujan begini
Sebentar deras sebentar berhenti
Selalu pikiranku berkelana
Menuju tempat-tempat jauh di sana
Bersama teman dan handai taulan
Bahkan kadang para hantu penghuni kuburan

Aku rindu keramaian dan kebersamaan
Sejumlah waktu yang biasa kita habiskan
Dari sekedar beli air mineral sebotol
Lalu duduk di tepi jalan serasa di ancol
Riuh rendah kita tertawa
Ngelawak mencari perhatian kaum hawa
Yang demi mengajak mereka jalan
Harus menabung sisa uang jajan

Waktu muda kita selalu nongkrong
Banyak gaya walau kantong bolong
Tapi hidup selalu indah saat lupa diri buang waktu
Dan kemudian mengingatnya satu demi satu

Namun aku mau minta maaf padamu, kawan
Karena sejujurnya aku lebih suka nongkrong sendirian
Membuang waktu demi membeli kesempatan
Berpikir dan menghayal terbang ke awan
Dan tiada tempat nongkrong yang paling menawan
Selain di sana, kala alam telah mengeluarkan imbauan
Tuntaskan pekerjaan bawah sadar semalam
Ditandai dengan hembusan gas yang memberi salam
Asal kau tau
Ingatan ku melesat lebih cepat kala itu
Sendirian, tanpa seorangpun yang tau

30 menit aku berkelana dalam pikiran
Sendirian, di atas jamban

… preeet …

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s