B . A . K

image

Seporsi bubur ayam kampung
Bubur
Ayam
Kerupuk
Entah kampung yang mana
Ada yang sedikit berbeda
Asinnya
Bukan karena kecap atau taburan garam halus
Namun serpihan udang kering bernama ebi
Potongan kentang menambah variasi
Isiran ketimun bernama acar
Entah dari mana kombinasi itu berakar

Bubur ayam kampung
Aku menemukannya hanya kala hari akhir pekan
Sabtu pagi saat udara segar menyapa angan
Setelah ucap syukur dipanjatkan
Sebelum air dingin endapan semalam menyentuh badan
Bergegas mengenakan pakaian
Membuka pagar, kaki melangkah dengan penuh harapan

Bubur ayam kampung
Rasa nikmat dan penjual yang hangat
Sehangat panci bubur penebar aroma hikmat
Tidak cukup satu, dua porsi penuh aku sikat
Tidak pernah memberi kecewa
Kecuali jika ternyata belum atau memang tidak buka
Karena tak mungkin aku menanti
Dalam waktu buka yang tak pasti
Tapi tak ada yang perlu disalahkan
Itulah seni pelengkap nikmatnya mencari sarapan

Bubur ayam kampung
yang sebentar lagi akan sulit kutemui
Setelah pindah rumah sebentar lagi
Walaupun banyak bubur ayam kampung yang tersedia di depan
Namun aku tidak yakin dengan rasa yang disajikan

Bubur ayam kampung
Seporsi lengkap tujuh ribu rupiah

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s