Negara Ini Diperintah Dalam Kekonyolan

image

image

Jualan gadget di kaskus dengan buku manual berbahasa inggris dijadikan terdakwa pidana dengan ganjaran kurungan penjara maksimum 5 tahun.
Fatwa MUI menyatakan H A R A M bagi orang “mampu” untuk menggunakan bahan bakar bersubsidi.
TKI berangkat mengadu nasib sekaligus bertaruh jiwa dan raga dengan bukti banyak yang menjadi korban perkosa, siksa bahkan cabut nyawa.
Nazaruddin sulit ditangkap karena memiliki relasi yang kuat dengan lingkaran kekuasaan. Bacanya: dekat dengan pemerintah dan partai.

G I L A.
Benar-benar G  I  L  A.
G   I   L   A     B   A   N   G   E   T!!!

Negara kaya raya ini diisi dengan tukang obat yang jual ramuan manjur dalam menumbuhkan koruptor dan segala macam kekonyolan lainnya. Hal yang ga penting diurusin tapi hal yang sangat penting digantungin aja, sampai akhirnya orang malas baca beritanya terus lama-lama ga mau tau dan kasus yang penting kemudian dilupakan, dihapus. Makanya, nyaman banget kalo mau jadi penjahat di negara ini, ramuan yang dijual tukang obat itu selain mampu menambah kekayaan juga mampu menjaga dan mengelola hasil yang diperoleh selama berkuasa.

Juga buat orang bodoh, negara ini lah tempatnya. Hanya di negara ini orang bodoh tapi punya banyak duit dan mampu melakukan kampanye-kampanye berbagi rupiah bisa duduk di kursi terhormat. Persetan dengan ijazah, ternyata beberapa kali kecolongan kan ada anggota dewan berijazah palsu? Itu adalah bukti bahwa intelegensi bukan hal terutama, namun seberapa rela menjilat pantat merupakan tiket masuk ruang utama.

Demikian halnya dengan regulator yang dikit-dikit ngeluarin fatwa. Manusia koq ditakut-takutin melulu… Trus alat yang dipake buat nakut-nakutin adalah agama. Agama itu diciptakan supaya manusia merasa tentram karena mempunyai iman dan pengharapan, bukan jadi alat teror. Koq keliatannya jadi seperti bingung dan ga ada jalan keluar lainnya. Entahlah, kalo dibilang cendikia kan justru mampu memutar otak ya, bukan dikit-dikit menakut-nakuti. Adu otak kaya cerdas cermat di TVRI jaman dulu, itu baru namanya cendikia. Berpikir cerdas dan punya cara pandang luas mutlak diamalkan oleh setiap orang kalau mau hidup tentram dan nyaman, apalagi buat para regulator – supaya regulasi yang dibuat itu ga berat sebelah, ga menguntungkan satu pihak. Terlebih, biar ga malu-maluin laaaaaah… Dulu kepiting dibilang haram, sekarang udah ga haram lagi. Macam orang frustrasi aja.

Ah, saya memang sudah tidak percaya dengan pemerintah negara ini. Kasihan Koes Ploes, lagu Kolam Susu ciptaanya itu udah ga sesuai dengan kondisi saat ini. Tanah Surga berubah menjadi Lahan Cari Harta. Sibuk cari harta maka masalah “non-profit” yang seharusnya diselesaikan dianggurkan saja. Biarlah segelintir TKI mati di sana, tokh ada ribuan lagi yang rela mati berangkat ke sana. Devisa buat negara. Bagi saya, TKI itu adalah Pahlawan Tanpa Tanda Terima.
Penjual iPad di kaskus begitu cepat diringkus, ya, ada nuansa pemerasan terendus. Polisi ga becus. Sedot ingus!

Negara ini sebentar lagi hancur kalo tidak ada pemimpin berani mati yang muncul untuk melakukan perubahan radikal merombak seluruh tatanan negara, yang dalam 5 tahun pertama masa pemerintahannya digunakan untuk menghancurkan sistem korup dan bodoh. Maka akan datang 5 tahun kedua sebagai hasil dari kepercayaan masyarakat yang bisa digunakan untuk menikmati keberhasilan gerakan radikalnya.

Semoga sebentar lagi hadir orang seperti itu ya… *nyisir rambut* *pake safari*

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s